Potensi Kelautan Masih Kurang Tergali

Kimak – Sebanyak empat sektor ditetapkan sebagai penggerak perekonomian Bangka Belitung ke depan. Sejumlah sektor tersebut di antara, sektor pariwisata, sektor kelautan dan perikanan, sektor pertanian dan perkebunan serta sektor industri dan perdagangan. Sejumlah sektor tersebut dipercaya dapat menjadi pengganti sektor pertambangan timah.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menilai hingga saat ini pemanfaatan potensi kelautan di Bangka Belitung masih kurang tergali. Padahal sekitar 80 persen wilayah ini merupakan laut, artinya banyak potensi yang dapat dikembangkan guna menunjang pertumbuhan perekonomian dan pembangunan. Sebab saat ini sudah tidak bisa lagi mengandalkan sektor pertambangan.

Lebih jauh ia menjelaskan, banyak jenis ikan yang bisa ditangkap dan banyak makanan dapat dioleh dari hasil laut. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan kulit kerang atau hewan lainnya sebagai cendera mata. Masyarakat juga dapat membudidayakan ikan tambak, dan ini seharusnya sudah menjadi pemikiran masyarakat.

“Mengingat sudah menipisnya cadangan bijih timah dan mempertimbangkan isu lingkungan, kita tidak dapat lagi mengandalkan sektor pertambangan. Terdapat sektor lain yang dapat menopang perekonomian di Bangka Belitung,” jelasnya saat menghadiri acara Ritual Adat Mandi Belimau, di Dusun Lubuk Bunter, Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Rabu (1/6/2016).

Pengembangan sektor pariwisata dapat menggerakan sektor-sektor lainnya. Ia menjelaskan, masyarakat dapat menyewakan rumah sebagai homestay.  Selain itu, sektor ini juga dapat mengembangkan potensi industri kuliner. Lebih dari 17 jenis kuliner khas Bangka Belitung dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang suka berburu makanan.

Mengembangkan opini positif terhadap suatu jenis makanan merupakan langkah baik. Gubernur mencontohkan, wisatawan bisa dikatakan belum ke Bangka jika belum makan lempah kuning atau rusip. Wisatawan belum ke Belitung jika belum makan gangan khas Belitung. Opini-opini seperti ini berdampak baik terhadap pengembangan wisata kuliner.

“Jika belum makan nasi aruk, maka belum ke Bangka. Hal-hal seperti ini dapat membangun keinginan orang berkunjung ke Bangka Belitung. Ini merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai pemerintah,” ungkapnya.

Sektor pertanian dan perkebunan juga mempunyai potensi yang baik. Gubernur mengatakan, sekarang ini pemerintah provinsi sedang melakukan kerja sama dengan IPB dan UGM untuk mengembangkan bibit lada unggul. Di Vietnam, tinggi tanaman lada mencapai empat meter, sedangkan biji yang dihasilkan minimal sekitar delapan kilogram. Namun aroma lada Bangka Belitung memang lebih baik dari lada Vietnam.

“Begitu juga dengan sektor industri dan perdagangan. Mudah-mudahan sektor ini juga membawa dampak bagi pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun kondisi kelistrikan masih belum mendukung dan diharapkan ke depan kondisi listrik membaik,” harapnya. 

Penulis : Rizky Fitrajaya/Huzari
Sumber : Diskominfo Babel
Editor : Huzari, Adi Tri Saputra
Fotografer : Rizky Fitrajaya
Dibaca : 505 Kali