Pemprov. Babel Lakukan Percepatan Pemanfaatan Dana Hibah Pascabencana
PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Abdul Fatah minta pemprov melakukan percepatan pemanfaatan dana hibah pascabencana provinsi dan kota tahun 2016, Rabu (26/8/20) di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulanagan Bencana Indonesia, Rifai; Kasubbid Pemulihan Peningkatan Perumahan BNPB, Agus Riyanto; Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pangkalpinang, Ir.Izwar hadi, MT; Kepala BPBD Pemprov. Babel, Mikron Antariksa; Kabid Rehabilitasi dan Konstruksi, Agus Afandi; beserta staf terkait lainnya.
Dalam sambutannya Wagub Abdul Fatah mengatakan bencana banjir tahun 2016 lalu membuat masyarakat merasa tidak aman saat frekuensi curah hujan tinggi.
"Apa yang terjadi tahun 2016, maka kita perlu membenahi segala hal yang terkena dampak. Sehingga masyarakat juga merasa aman saat hujan curah hujan tinggi. Karena itu, kita perlu berkomitmen melakukan percepatan perbaikan kolam-kolam retensi maupun infrastruktur lain yang dapat menyelamatkan masyarakat kita," ujarnya.
Dalam penjelasannya kehadiran Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Indonesia memberikan gambaran konkret dukungan untuk perbaikan di wilayah-wilayah yang rentan terjadi banjir. Sehingga masyarakat tidak merasa cemas lagi saat musim hujan.
Sementara itu Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulanagan Bencana Indonesia, Rifai mengatakan Provinsi Kepulauan Babel memperoleh dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar 14,9 miliar.
"Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai perencanaan teknis, pengawasan/survey, pembangunan pendukung kolam retensi sungai, dan pembangunan pengaman sungai," ujarnya.
Komitmen tersebut ditunjukkan kepada masyarakat melalui rehabilitasi dan rekonstruksi dengan melakukan percepatan pemanfaatan dana tersebut.
Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa mengatakan pihaknya akan berupaya melakukan percepatan pemanfaatan dana tersebut mengingat waktu semakin singkat.
"Program ini sebenarnya sudah dimulai dari tahun 2016 lalu. Kita berterima kasih kepada BNPB. Kita akan gunakan dan ini secara maksimal sehingga kejadian banjir tidak terulang kembali," ungkapnya.
Dana hibah tersebut diberikan oleh Kementerian Keuangan RI cq Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia melalui MoU antara Gubernur Kepulauan Babel dengan Kementerian Keuangan RI.
Kemudian Kabid Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Babel, Agus Afandi dalam paparannya menyebutkan ada tiga rencana kegiatan pembangunan yang akan dilakukan.
"Yakni pembangunan kolam retensi di sungai Parit Tiga, pembangunan embung di Desa Saing Kabupaten Bangka dan pembangunan talud di Desa Air Batu, Kecamatan Badau, Kab.Belitung; Kawasan Minapolitan di Kab. Belitung Timur; Aliran Sungai Berok Belinyu di Kab. Bangka; dan Simpang Pha Leat, Kelurahan Kudai di Kabupaten Bangka," ujarnya.
Lebih lanjut pemanfaatan dana tersebut masih sampai pada tahap perencanaan sedangkan fisiknya sedang proses untuk pengadaan.
Menutup kegiatan, Wagub Abdul Fatah berharap kegiatan tersbut dapat selesai tepat waktu. "Saat ini proses lelang dan diperkirakan bisa selesai tahun ini. Tadi kita sudah berdiskusi dan kami banyak menerima masukan dari deputi rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB. Kita harap ini bisa selesai tepat waktu," pungkasnya.