Noni Hidayat Dorong Masyarakat Desa Kayu Besi Tak Sungkan Laporkan Persoalan Sosial ke Posyandu
PANGKALPINANG — Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP-Posyandu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mendorong masyarakat Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, memanfaatkan Posyandu sebagai ruang menyampaikan berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.
Pesan tersebut disampaikan Noni Hidayat, saat meninjau Posyandu Duku Desa Kayu Besi, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
"Jangan sungkan menyampaikan berbagai persoalan penting yang terjadi di masyarakat kepada Posyandu. Misalnya ada anak putus sekolah atau persoalan sosial lainnya yang membutuhkan perhatian bersama," kata Noni.
Dalam kunjungan itu, Noni Hidayat menilai, Posyandu Duku telah menjalankan Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) Posyandu dengan baik, yang mana seluruh aspek pelayanan dasar telah berjalan sesuai ketentuan.
"Saya melihat 6 SPM di Posyandu Duku sudah terpenuhi dan dijalankan dengan baik. Semoga ke depan pelayanan yang diberikan semakin maksimal," ujarnya.
Noni Hidayat juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Kayu Besi dalam memberikan perhatian kepada warganya. Ia mengaku telah memastikan langsung informasi mengenai bantuan rutin yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari anak-anak, ibu hamil hingga lanjut usia (lansia).
"Tadi saya bertanya langsung kepada warga dan ternyata memang benar bantuan ke masyarakat diberikan setiap bulan. Terima kasih kepada Kepala Desa yang terus memberikan perhatian luar biasa kepada masyarakat.
Menurut Noni Hidayat, langkah tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel yang mengutamakan pemanfaatan anggaran untuk kepentingan masyarakat.
"Apa yang dilakukan pak Kades ini, sejalan dengan pesan pak Gubernur, uang rakyat kembali ke rakyat," ucapnya.
Noni Hidayat dalam kesempatan itu menegaskan, Pemerintah Provinsi Babel terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat. Setiap persoalan yang disampaikan, kata dia, akan dicarikan solusi secara bersama-sama sesuai aturan dan kebutuhan yang ada.
"Silakan memberikan masukan. Pemerintah daerah, khususnya Pak Gubernur, sangat terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Setiap permasalahan akan kita carikan solusi terbaik bersama," ujarnya.
Selain mengunjungi Posyandu Duku, Noni Hidayat juga mengunjungi mobil perpustakaan keliling. Dalam kesempatan itu, perempuan yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Babel itu, mengajak anak-anak Desa Kayu Besi untuk rajin belajar dan aktif membaca.
"Di sini ada mobil perpustakaan keliling. Mereka menghadirkan MBG (Membaca Buku Gratis). Silakan dimanfaatkan ya. Tetap rajin sekolah dan aktif membaca," pesan Noni Hidayat, kepada anak-anak desa setempat.
Sementara itu, Kepala Desa Kayu Besi, Yohanes Tamaela, menegaskan pemerintah desa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan siap menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan warga.
"Berbagai persoalan, seperti stunting, peningkatan minat baca anak, hingga remaja putus sekolah, kami serap dan hadirkan solusinya lewat posyandu," kata Yohanes.
"Sebagai pelayan masyarakat, kami siap mendengarkan dan menindaklanjuti setiap keluhan maupun persoalan yang terjadi di tengah masyarakat," sambungnya.
Menurut dia, dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah menjadi motivasi bagi perangkat desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Meski demikian, pelaksanaan program tetap disesuaikan dengan ketersediaan anggaran serta ketentuan yang berlaku.
"Terima kasih Ibu Noni, sudah berkunjung ke Desa dan Posyandu kami. Kunjungan ibu hari ini, menjadi motivasi bagi kami untuk semakin maksimal melayani masyarakat," tutupnya.
Dalam kunjungan tersebut, Noni Hidayat turut menyapa warga yang hadir, mulai dari anak-anak hingga lansia. Ia juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa seragam dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak Desa Kayu Besi.
Selain itu, bantuan berupa susu dan sayuran juga disalurkan kepada masyarakat, termasuk ibu hamil, sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga dan kesehatan ibu serta anak di desa tersebut.