Gubernur : Kemerdekaan adalah Anugerah dari Tuhan


Pangkalpinang - Berbagai upaya pemerintah dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-70 Tahun 2015, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, salah satunya adalah dengan pemberian remisi kepada narapidana narkoba. Demikian disampaikan Rustam Effendi Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan Ham dalam acara pemberian remisi kepada narapidana di Lapas Narkotika Kelas III Selindung Baru, Pangkalpinang, Senin (17/08).

Gubernur mengatakan bahwa kemerdekaan merupakan anugerah dari Tuhan yang tidak didapat secara cuma-cuma. Berbagai pengorbanan telah dilakukan oleh para pejuang demi melepaskan diri dari penjajahan yang mengekang dalam waktu yang panjang. Untuk itu sebagai penerus bangsa kita  diharapkan dapat menjaga keutuhan negara.

"Kemerdekaan adalah anugerah dari Tuhan, oleh sebab itu sebagai penerus bangsa diharapkan dapat menjaga keutuhan negara," tegas  Rustam.

Setiap penjajahan apapun bentuknya senantiasa menghancurkan sisi-sisi kemanusiaan, karena setiap penjajahan selalu meninggalkan trauma yang mendalam. Maka betapa pentingnya arti kemerdekaan bagi setiap manusia.

Terlepas dari keberhasilan yang telah dicapai selama 70 tahun Indonesia merdeka, Rustam mengatakan masih ada aspek-aspek kehidupan bangsa yang mengalami stagnasi. Pada aspek teritorial, telah terjadi pengklaiman wilayah oleh negara lain. Hasil hutan, hasil laut, pertambangan pun dieksploitasi besar-besaran yang manfaatnya hanya dinikmati segelintir orang saja.

Disisi lain, kondisi perekonomian, perdagangan dan industri yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat belum dapat diharapkan. Karena para pelaku sektor perekonomian, industri dan perdagangan sebagian besar belum siap dan belum mampu menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Masyarakat Indonesia yang terkenal ramah tamah dan halus budi pekertinya menjadi masyarakat yang mudah terprovokasi oleh oknum yang memecah belah persatuan negeri. Tak hanya itu, Rustam menambahkan disintegrasi bangsa mulai terjadi, ideologi sudah tidak lagi menjadi jati diri. Dan lebih miris lagi, saat ini sebagian generasi muda yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa sibuk dengan kenikmatan sesaat dalam penyalahgunaan narkoba dan tak lagi mau peduli untuk urusan negara dan bangsa.

"Jadi jangankan memberikan penghargaan atau ucapan terima kasih bagi para pejuang yang telah mempersembahkan kemerdekaan untuk kita, melanjutkan dan memelihara hasil perjuangan pun kita belum bisa," tegas Rustam.

Untuk itu, menurut Rustam saatnya kini berubah dan berbenah. Memperbaiki keadaan, mengejar ketinggalan, bangkit dan berprestasi untuk mengejar cita-cita yang belum digapai. Jika perang dimasa lalu dalam rangka merebut kemerdekaan maka sekarang saatnya mengisi dengan segala kemajuan untuk kemandirian dan kesejahteraan. Bukan besar atau kecilnya perubahan yang diharapkan, tetapi semangat untuk terus berkarya dan berjuang membangun bangsa.

"Melalui kerja keras, kerja cerdas serta kerja ikhlas dalam langkah yang pasti, semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi bumi pertiwi harus terus digelorakan," tutup Rustam.
 

Penulis : Suci Lestari
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : Fajrina
Dibaca : 845 Kali