Pemprov Ingatkan Masyarakat Babel Tidak Lengah Terhadap Karhutla
PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat di Babel agar tidak lengah terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski sejumlah wilayah mulai diguyur hujan.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Babel, Agus Afandi, mengatakan, kondisi cuaca di Babel hingga kini masih dipengaruhi fenomena El Nino, yang menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama.
Kendati demikian, kata Agus, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan mulai turun di beberapa wilayah di Babel.
"Secara umum Babel masih dipengaruhi fenomena El Nino. Meski kondisi panas masih terjadi, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah akan turun hujan. Bahkan, malam tadi hujan cukup lebat dilaporkan terjadi di Sungailiat," ungkap Agus di Pangkalpinang, Rabu (23/7/2026) siang.
Laporan terbaru turunnya hujan terjadi di Desa Terak dan Teru Kabupaten Bangka Tengah, di kawasan Dealova Pangkalpinang dan di beberapa titik di Babel.
Menurut Agus, turunnya hujan tidak serta-merta menghilangkan ancaman karhutla. Berdasarkan peta potensi kebakaran, Babel masih berada pada kategori very high atau sangat rawan terjadi kebakaran.
Agus mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki BPBD Babel, sejak awal Juni hingga 22 Juli 2026, tercatat telah terjadi 42 kasus karhutla dengan luas lahan yang terbakar mencapai 82 hektare, yang tersebar di hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di Babel.
Sebaran titik api paling banyak, ditemukan di kawasan pesisir barat Pulau Bangka, mulai dari Mentok, Tempilang, Gusung hingga Toboali. Selain itu, lanjut Agus, titik api juga terpantau di sejumlah wilayah pesisir timur Pulau Bangka serta Pulau Belitung.
"Hingga 21/7/2026, di Kabupaten Belitung Timur saja sudah terjadi 17 kasus kebakaran, sejak awal Juni 2026.
"Untuk penyebab kebakarannya, rata-rata karena aktivitas pembukaan lahan dan pembakaran sampah," ungkapnya.
Oleh karena itu, Agus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan pembakaran sampah, yang berpotensi memicu kebakaran.
"Dengan kondisi cuaca yang masih panas akibat pengaruh El Nino, kami mengajak masyarakat tetap waspada. Hindari membuka lahan dengan cara membakar dan kurangi aktivitas pembakaran sampah karena berpotensi memicu karhutla," pesannya.
Menutup pernyataannya, Agus menegaskan, Pusdalops BPBD Babel selalu siaga 24 jam penuh dalam menghadapi bencana. Bilamana terjadi bencana, kata Agus, masyarakat bisa menghubungi call center 117 atau hotline BPBD di nomor 0811-7818-600.
"Nomor hotline ini ada di Pusdalops BPBD Babel. Jika ada bencana, masyarakat di Babel bisa menghubungi hotline kami. Melalui hotline ini, kami juga siap membantu mengkoordinasikan ke BPBD kabupaten dan kota, jika masyarakat terkendala dalam menghubungi BPBD di wilayahnya," tutupnya.