Noni Hidayat Hadiri Kajian Ustaz Hanan Attaki, 1.700 Peserta Ikuti Bahasan Rahasia Takdir

BANGKA – Ketua Tim Penggrak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menghadiri kajian keislaman bersama Ustaz Hanan Attaki, di Ballroom Gedung De Universitaria, Universitas Bangka Belitung (UBB), Minggu (1/11/2026) siang.

Kajian yang diinisiasi Elmassa Tour itu, diketahui sukses mendatangkan ribuan peserta. Pada sesi pertama yang dihadiri Noni, lebih dari 1.700 peserta mengikuti kajian bertema “Rahasia Takdir (Jodoh, Rezeki dan Luka)” tersebut.

Sebelum kajian dimulai, Noni berbincang langsung dengan Ustaz Hanan Attaki di ruang transit. Kepada pendakwah kondang itu, Noni mengucapkan ucapan selamat datang, serta memperkenalkan sejumlah potensi wisata dan kuliner khas Bangka Belitung.

Noni juga sempat berbincang dengan pihak penyelenggara acara. Ia mengaku tertarik dan berharap kajian serupa dapat terus diselenggarakan, tidak hanya di Pulau Bangka, tetapi juga di Pulau Belitung.

“Saya sangat tertarik dengan kegiatan seperti ini. Kajian seperti ini, harus terus dilaksanakan, bukan hanya di Bangka saja, tetapi juga di Belitung. Semoga semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mendapatkan ilmu dan semakin meningkat keimanan serta ketakwaannya,” kata Noni.

Selama kajian berlangsung, Noni tampak khidmat mengikuti materi yang disampaikan dan menyimak pesan-pesan keagamaan yang dibawakan Ustaz Hanan Attaki.

Sementara itu, Ustaz Hanan Attaki dalam kajiannya membahas bagaimana seorang muslim memahami dan menerima ketetapan Allah, termasuk ketika menghadapi kehilangan, kegagalan dan berbagai pengalaman yang menyakitkan dalam kehidupan.

Ia menjelaskan bahwa iman kepada takdir tidak hanya diwujudkan dengan menerima hal-hal yang membahagiakan, seperti keberhasilan dan anugerah, tetapi juga menerima keadaan yang menyedihkan, seperti kehilangan dan kegagalan.

“Bisa enggak kita juga menerima takdir buruk, kehilangan, walaupun enggak bahagia, sedih, tetap sedih, cuma kita terima kehilangan ini. Tetap sedih, tapi kita terima wafat atau kematian. Tetap sedih, tapi kita terima ditinggalkan. Ini namanya iman kepada takdir buruk,” ujar Ustaz Hanan.

Ia juga mengingatkan bahwa menerima takdir bukan berarti seseorang harus menyembunyikan kesedihan atau berpura-pura kuat. Keberhasilan, menurut dia, dapat diterima dengan sukacita, sedangkan kegagalan bisa diterima dengan duka.

Begitu pula anugerah, lanjutnya, yang disambut dengan senyum dan luka, yang mungkin diterima dengan air mata, namun keduanya tetap perlu diterima sebagai bagian dari ketetapan Allah. “Ini arti iman kepada takdir. Menerima takdir itu baik atau buruk. Acceptance,” pungkasnya.

Penulis : Idris Af
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : J. Suprana
Fotografer : Jo Fandi/Yoska
Dibaca : 88 Kali