Sebanyak 1.243 Narapidana se-Babel Terima Remisi

Pangkalpinang - Sebanyak 1.243 narapidana se Provinsi Bangka Belitung mendapatkan remisi pada hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 Tahun 2019. Penerima remisi tersebut antara lain Lapas Kelas IIA Pangkalpinang 280 orang, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan 148 orang, Lapas Kelas IIB Sungailiat 173 orang, Lapas Narkotika Kelas III Pangkalpinang 529 orang, Cabang Rutan Mentok 72 orang.
 
Selain itu juga Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang 27 orang dan LPKA Kelas II Pangkalpinang 14 orang. Total narapidana yang langsung bebas setelah mendapat remisi umum 17 Agustus berjumlah 49 orang.
 
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat membaca sambutan Menteri Hukum dan HAM RI pada Upacara Pemberian Remisi Umum Kepada Narapidana mengatakan pemberian remisi ini adalah Hak Asasi Manusia termasuk para warga binaan. Ia mengungkapkan bahwa pemberian remisi ini tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan pemasyarakatan, tetapi lebih dari itu merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan yang telah berhasil.
 
" Berhasil menunjukkan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional, " ungkapnya di Lapas Kelas IIA Tuatunu, Pangkalpinang, Sabtu (17/8/2019).
 
Erzaldi menjelaskan saat ini kondisi lapas mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kondisi lapas yang kelebihan penghuni diatas 100 persen menjadi sumber segala permasalahan, bahkan terkadang menurutnya menjadi alasan pembenaran terhadap terjadinya penyimpangan di lapas. Ia mencontohkan, masih banyak isu adanya dugaan pengendalian dan peredaran narkoba di dalam lapas. Ini semua berakar pada masalah kelebihan penghuni.
 
Oleh sebab itu, pemerintah berupaya mencari langkah-langkah dan pembenahan melalui program revitalisasi. Program ini diharapkan mampu menyentuh berbagai program pembinaan sehingga dapat mengantarkan para narapidana menjadi manusia yang berkualitas, terampil dan mandiri sehingga kemudian mereka mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan SDM yang mendukung dan memajukan perekonomian nasional.
 
" Kedepan saya berharap kondisi kelebihan isi penghuni tidak lagi dipandang sebagai kelemahan atau sumber segala permasalahan di lapas, tetapi harus dikelola dan dimanfaatkan menjadi kekuatan tersendiri. Jadikan sebagai peluang dan tantangan untuk berkontribusi positif, " tegasnya.
 
Melalui pemberian remisi ini, Erzaldi berharap seluruh warga binaan pemasyarakatan agar selalu patuh dan taat pada hukum dan norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia. Ia juga mengingatkan kepada seluruh warga binaan yang khususnya bebas hari ini agar tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan sebagai landasan menjalani kehidupan sehari-hari agar menjadi insan yang berakhlak dan berbudi luhur.
 
Kepada seluruh jajaran pemasyarakatan Erzaldi berpesan agar menjadikan momentum kemerdekaan RI ini untuk lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan, mengubah pola kinerja yang dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkait pemasyarakatan, dapat secara tegas memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam sehari-hari.
 
" Bekerja profesional dan tulus dengan terus berupaya untuk menjadikan lapas tetap dalam suasana kondusif, aman serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik institusi pemasyarakatan, " tambahnya.
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Padli