Kisah Refa Nurtantiawati, Sulung yang Pintar dan Taat Beribadah

PANGKALPINANG - Pintar, tekun, dan taat menunaikan ibadah. Begitulah gambaran sosok Refa Nurtantiawati dimata orang tua dan gurunya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Pangkalpinang. 

Refa, begitu siswi kelahiran 9 Mei 2007 ini akrab disapa, merupakan salah satu siswa terbaik yang terlahir di Bumi Serumpun Sebalai. Prestasi dan Refa sudah seperti dua hal tidak terpisahkan. Di usia mudanya, bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar, Refa telah banyak menuai banyak prestasi dibidang keilmuan.

Sang ibu, Renti Heryani mengungkapkan bagaimana sosok buah hatinya. Prestasi-prestasi semacam juara kelas dari kelas 2 sampai kelas 6, terlebih meraih Nilai Ujian Nasional (NEM) yang kini lebih akrab disebut Nilai Akhir (NA) terbaik di sekolahnya saat itu. Hal itu merupakan prestasi yang membanggakan dirinya sebagai orang tua.

"Saat itu nilai NEM Refa peringkat 8 tertinggi di Kota Pangkalpinang. Sekarang juara kelas dan juara umum terus dari kelas 7 sampai kelas 8 semester terakhir," ujar Renti membuka cerita.

Di luar jam sekolah, Refa juga disebutkan sang ibu tak lepas dari belajar, sebagai aktivitas sehari-hari. Bahkan, untuk menekuni pendidikannya, Refa sudah mempunyai jadwal tersendiri. Setiap celah detik dimanfaatkan oleh Refa dengan hal-hal yang dapat meningkatkan keilmuannya, khususnya pada bidang yang digemarinya, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

"Kalau dia sehari-hari selain aktif sekolah juga ikut kegiatan ekstrakurikuler pramuka, selain itu yang berkaitan dengan penelitian siswa seperti pembuatan karya tulis ilmiah," katanya.

Sulung dari tiga bersaudara itu pun, menurut Renti sebagai seorang yang taat ibadah. Hal ini menjadi pesan penting dari dirinya sebagai orang tua untuk Refa meraih kesuksesan. Oleh karena itu, Refa selalu menunaikan ibadah, termasuk salat malam yang rutin dilakukannya.

"Kemudian untuk belajar, dia mengatur belajar seperti biasa, setelah salat maghrib langsung belajar. Memang karena dia ada cita-cita yang ingin dia capai, jadi kami tekankan jangan lupa salat malam, setiap sebelum subuh selalu saya bangunkan," ungkapnya.

"Di saat itu dia juga lanjut buka-buka buku. Selain dia belajar rutin persiapan ulangan, atau kah mengulang kembali yang telah diberikan oleh guru di sekolah pada saat tatap muka," katanya menambahkan.

Di luar aktivitas pendidikan, Refa yang kini duduk di kelas IX pun sosok yang mandiri, dan bertanggung jawab atas kewajibannya sebagai seorang kakak, dan anak. Hal inilah yang menurut Renti, dirinya bersama sang suami, Fauziana merasa bangga. 

"Dia alhamdulillah membantu orang tua, dan juga menjalankan tugas-tugas kewajiban dia. Ibaratnya kewajiban yang melatih dia sendiri untuk mandiri selain dia belajar," bebernya.

Dilanjutkan Renti, Refa yang ditunjuk menjadi salah satu dari 6 perwakilan Indonesia untuk mengikuti ajang The International Junior Science Olympiad (IJSO) bidang IPA yang akan dilaksanakan di Dubai, Uni Emirat Arab, disebut sebagai buah dari kerja keras dan ketekunan.

"Info dari Refa ada seleksi kompetisi sains bidang IPA. Saya bilang silakan ikut, jadi dia berlombalah dengan kakak tingkat dengan materi yang sudah diberikan oleh pembimbing. Refa harus belajar diatasnya yaitu kelas SMA," lanjutnya.

Sementara itu, Vesty Herawati salah satu pembimbing Refa selama melakukan persiapan mengungkapkan jika anak didiknya tersebut dibekali dengan tiga mata pelajaran fokus dalam pembelajaran IPA, seperti fisika, biologi, dan kimia. Dirinya bersama pembimbing lainnya Heni Aguspitriani memberikan materi-materi pelajaran IPA untuk jenjang menengah atas (SMA).

"Refa sih anak yang berprestasi dan mudah diajar, mudah nangkap, tekun. Untuk ikut olimiade tingkat SMP, kami sudah mengajarkan pelajaran tingkat SMA. Karena Refa harus menguasai pelajaran yang lebih tinggi diatasnya, IPA SMA," tutupnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rangga
Fotografer: 
Saktio
Editor: 
Budi