Babel Promosi Produk Kerajinan Khas Daerah

Kepri – Puluhan jenis kerajinan tangan khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipamerkan dalam Gelar Produk Khas Daerah (GPKD) Expo 2016, di Mega Mall Batam Center. Sejumlah kerajinan tersebut di antaranya lampu tidur dari ranting kayu, kain cual, tas, taplak rajutan, fermentasi ikan (rusip), batu satam, kerajinan timah, kemplang, getas dan beberapa jenis makanan olahan hasil laut.

Pemukulan gong pembukaan kegiatan ini secara langsung dilakukan Leni Rustam Effendi Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 50 peserta dari provinsi, kabupaten/kota di Indonesia ikut meramaikan kegiatan tersebut. Diharapkan melalui gelar produk khas daerah ini dapat mempromosikan potensi masing-masing daerah peserta pameran.

Nina Sarjulianto Pengurus Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewakili Leni Rustam Effendi mengatakan, dengan digelarnya kegiatan pameran ini diharapkan dapat meningkatkan produksi kerajinan khas Bangka Belitung. Sebab Bangka Belitung mempunyai cukup banyak produk kerajinan, dan ini menjadi momen untuk mempromosikan barang tersebut. Sehingga dunia luar mengetahui dan mengenal potensi daerah.

“Bangka Belitung mempunyai makanan olahan hasil laut, akar bahar, pewter, batu satam dan masih banyak produk lainnya. Berbagai langkah telah dilakukan untuk mempromosikan produk kerajinan Bangka Belitung, salah satunya mengikuti kegiatan pameran. Selain itu, partisipasi merangkul pengusaha UMKM juga terus kita lakukan,” jelasnya saat meninjau stand pameran BPPKBPA Babel, Kamis (12/5/2016).

Tahun ini merupakan tahun kelima pelaksanaan kegiatan gelar produk khas daerah di Kota Batam. Dijadwalkan pameran ini berlangsung selama empat hari terhitung tanggal 12 hingga 15 Mei 2016. Peserta diberikan kemudahan memperkenalkan produk kepada pengunjung Mega Mall Batam Center. Diperkirakan sekitar 1000 pengunjung mendatangi mall ini setiap akhir pekan.

Pantauan Babelprov.go.id sejumlah daerah berlomba memperkenalkan produk khas yang dimiliki. Seperti daerah Kalimantan Selatan yang memajang sejumlah perhiasan batu akik dan kain asal daerah tersebut. Kendati di Kota Batam terkenal sebagai gudang tas produk luar negeri, namun daerah Surabaya tak ingin kalah bersaing. Sejumlah kerajinan tas hingga dompet kulit juga ikut dipromosikan dalam ajang ini.

Sebelumnya Saut M Siallagan Sekretaris Disperindag Provinsi Kepri mengatakan, ini merupakan upaya bersama daerah mempromosikan produk khas yang dimiliki. Sehingga berdampak terhadap peningkatan hubungan perdagangan antara daerah. Pasalnya setiap daerah yang mengikuti kegiatan pameran ini dapat menunjukan, mempromosikan dan menjual hasil kerajinan daerah masing-masing.

Tujuan lainnya, kata Saut, dapat meningkatkan daya saingi dalam perdagangan. Proses perdagangan dapat berlangsung secara efektif dan efesien, karena Kota Batam merupakan kota yang tepat untuk menjalankan bisnis perdagangan. Letak Kota Batam sangat strategis dengan jumlah wisatawan berkunjung per tahun sekitar 1,5 juta orang. Wisatawan asing banyak berdatangan dari Singapura dan Malaysia.

“Kalau dihitung secara rata-rata, jumlah wisatawan berkunjung ke Kota Batam sebanyak 4000 orang per bulan. Pengrajin harus dipersiapkan menyambut MEA, karena nantinya arus barang, investasi, tenaga kerja dapat secara bebas masuk Indonesia. Menggelar pameran menjadi salah satu upaya menciptakan daya saing. Kita harus bangga terhadap produk dalam negeri,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya | Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra