Tujuh KUBE Nelayan Dapat Bantuan Kapal 35 GT
Diskominfo (Tue, 21 Feb 2012 at 17:29)
Sadai - Sebanyak tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan bantuan kapal berkapasitas 35 GT. Penyerahan bantuan dari Kementerian Kelautan RI tersebut secara langsung dilakukan Eko Maulana Ali, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, di Desa Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (21/2/2012).
Pemberian bantuan kapal tangkap kepada nelayan ini bertujuan membuat nelayan di Bangka Belitung dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan. Sebagaimana diketahui, saat ini Bangka Belitung sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbanyak, dengan hasil tangkap ikan mencapai angka 161 ribu ton/tahun.
Saat penyerahan bantuann ini, Gubernur memotivasi masyarakat dan aparatur pemerintah daerah untuk melakukan dan mencari terobosan baru dalam mengembangkan potensi-potensi daerah yang dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Proses pengembangan potensi daerah ini perlu adanya dukungan pembangunan infrastruktur, baik bersifat fisik maupun non fisik.
"Peresmian Dermaga JETTY PPI Sadai, Toboali merupakan salah satu wujud pembangunan infrastruktur di bidang perikanan dan kelautan yang dilakukan pemda," jelas Gubernur, Selasa (21/2/2012).
Selain pembangunan dermaga, jelasnya, bentuk lain upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi ikan tangkap yang dilakukan nelayan di Kepulauan Bangka Belitung, dengan memberikan dukungan berupa penyedian kapal nelayan. Dengan adanya terobosan baru serta dukungan infrastruktur pembangunan daerah yang berbasiskan sektor perikanan dan kelautan, diharapkan dapat mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang merata.
"Selain itu juga terbukanya lapangan pekerjaan di sektor kelautan dan perikanan yang mampu menyerap tenaga kerja di daerah, serta membantu pemerintah pusat mengurangi angka kemiskinan," tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Bangka Selatan H Jamro mengatakan, Kabupaten Bangka Selatan merupakan wilayah yang memiliki potesi pengembangan pembangunan kelautan dan perikanan dengan potensi perikanan mencapai 1 juta ton per tahun. Daerah ini sudah terdapat kawasan minapolitan yang mendukung ke arah pembangunan berbasis perikanan tangkap dan budidaya.
"Kondisi perikanan tangkap mengalami sedikit kendala yang disebabkan adanya keterbatasan kemampuan kapal ikan. Karena masih banyak nelayan yang menggunakan perahu penangkap ikan di bawah 5 GT. Bantuan kapal berkapasitas 35 GT ini dinyatakan cukup tepat, sebab 85 persen masyarakat Bangka Selatan merupakan nelayan dan petani," ungkapnya.(Tim Media Center/dki)




















