Tekan Angka Penderita Malaria
Diskominfo (Wed, 15 Feb 2012 at 12:10)
Pangkalpinang - Rumah Sakit Provinsi (RSP) Kepulauan Bangka Belitung mempunyai kelebihan yang jarang dimiliki rumah sakit lain. Sebab rumah sakit yang dibangun di Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka ini memiliki Malaria Center yang berada dalam satu komplek Rumah sakit. Diharapkan dengan adanya fasilitas tersebut dapat menekan angka penderita malaria di Bangka Belitung.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Hendra Kusuma, M.Epid menjelaskan, penyakit malaria merupakan salah satu isu kesehatan masyarakat yang dapat mengurangi minat wisatawan yang berkunjung ke Bangka Belitung. Oleh sebab itu, melalui Malaria Center yang dimiliki RSP nantinya bertujuan menuntaskan penyebaran penyakit malaria.
"Dari tahun ke tahun Angka Malaria Tahunan (Annual Malaria Incidens/AMI) di Bangka Belitung mengalami penurunan. Konsentrasi pemberantasan malaria harus terus dilakukan, ini terkait Program Malaria Pembebasan Sumatera di tahun 2020," jelasnya, Selasa 14 Fabruari 2012.

Upaya-upaya tersebut dilakukan secara berjenjang, mulai dari puskesmas, kabupaten hingga ke tingkat provinsi. Ia menambahkan, pada prinsipnya puskesmas dan rumah sakit merupakan ujung tombak pelayanan bagi penderita. Sedangkan di tingkat kabupaten dan provinsi, lebih berperan dalam aspek manajemen program, koordinasi dan fasilitasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Lebih jauh Hendra mengatakan, pembangunan Malaria Center di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan fasilitas kedua yang ada di Indonesia, setelah sebelumnya dibangun di Halmahera Selatan.
"Dengan hadirnya Malaria Center bisa menjadi pusat pelayanan malaria terintegrasi, pusat data dan informasi tentang malaria. Selain itu juga bisa menjadi pusat pengembangan dan pelatihan SDM terkait malaria, pusat upaya penanggulangan vektor, pusat koordinasi lintas sektor (Gerakan berantas kembali malaria gebrak malaria), pusat penggalian potensi budaya pengobatan lokal dan fitofarmaka" jelasnya.
Dengan adanya suatu pusat pengkajian, penelitian dan pengembangan dalam masalah malaria, jelasnya, masalah malaria di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat teratasi. Fasilitas kesehatan Malaria Center di Bangka Belitung ini dapat menjadi salah satu rujukan dalam pengendalian malaria di tingkat regional.
Sebagaimana diharapkan Eko Maulana Ali, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu yang lalu, pembangunan Malaria Center sebagai wadah untuk mengembangkan pengobatan malaria secara modern dan tradisional.
karena ketersediaan jenis herbal dan cara tradisional di daerah kita ini juga dapat menyembuhkan penyakit lainnya.
Selain itu masyarakat juga dituntut untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar yang menjadi penyebab penyebaran malaria harapnya".

Hendra berharap dengan adanya fasilitas tersebut turut membantu eliminasi malaria di Bangka Belitung".
"Tak hanya itu, fasilitas ini juga bisa menjadi fasilitas Malaria Center tingkat nasional," ungkapnya. (Tim Media Center)

Gedung Malaria Center RSP Bung Karno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

RSP Bung Karno Bangka Belitung











