Persiapan Infrastruktur

  • Jalan Negara yang menghubungi ibu-ibu kota kabupaten dan kota dalam keadaan baik (beraspal hotmix/beton, lebar cukup atau minimal 7 m, saluran drainase baik, damija bersih dan pohon peneduh yang terpelihara).
  • Jalan-jalan provinsi yang menghubungkan ibu kota kabupaten dan kota serta yang menghubungkan kota-kota kecamatan/objek wisata dalam keadaan baik (beraspal hotmix/beton, lebar cukup atau minimal 6 m, saluran drainase baik, damija bersih dan pohon peneduh yang terpelihara).
  • Jalan-jalan Kabupaten/Kota yang menghubungkan kota kecamatan dan desa/dusun serta jalan yang menuju objek-objek wisata dalam keadaan baik (beraspal hotmix/lapen, dengan lebar minimal 4,5 m, saluran drainase baik, damija bersih dan pohon peneduh yang terpelihara).
  • Jembatan-jembatan yang ada di lintas jalan negara, provinsi dan kabupaten/kota harus dibangun dari konstruksi beton atau konstruksi baja dengan lebar menyesuai dengan lebar jalan.
  • Jalan Lingkar Timur Bangka yang menghubungkan kota Pangkalpinang dengan Sungailiat selesai dibangun secara bertahap sampai tahun 2010 sepanjang 20 lebih km dengan konstruksi sol semen dan hotmix, lebar 1x7 m (Pangkalpinang-Sungailiat).
  • Jembatan Baturusa II secara simultan di bangun di dekat muara Sungai Baturusa berdekatan dengan TPI yang ada dengan panjang bentangan 700 m dan lebar 7 m dilengkapi dengan jalur pejalan kaki di sebelah kiri dan kanan jembatan masing-masing selebar 1,5 m dengan desain secara khusus yaitu dengan estetika/rangka bangun yang menarik serta ketinggian dari permukaan air sungai sedemikian rupa sehingga keberadaan jembatan ini tidak akan mengganggu lalu lintas kapal laut.
  • Bersamaan dengan itu pula direncanakan Jembatan Baturusa III untuk menghubungkan wilayah Air Anyer dengan Desa Selindung dan kemudian jalan pendekat menuju jalan Lingkar Kota Pangkalpinang.
  • Jalan Lingkar kota Pangkalpinang harus segera diselesaikan sebelum tahun 2010 karena diperkirakan pada saat ini volume dan frekuensi kendaraan yang berada di Pangkalpinang sudah cukup banyak, mengingat pelebaran jalan di dalam kota saat ini sangat sulit dan menghadapi banyak tantangan dari masyarakat yang terkena rencana penggusuran.
  • Jalan-jalan di dalam kota Kabupaten/kota harus sudah cukup baik (dalam arti kata kondisi jalan baik, lebar cukup, saluran drainase baik, damija bersih dan pohon peneduh serta jalur-jalur taman yang terpelihara
  • Saluran-saluran sungai yang melintasi kota-kota Kabupaten/Kota harus bersih dan terawat dengan baik, khusus untuk Sungai Rangkui di kota Pangkalpinang akan direncanakan secara khusus sehingga kondisi airnya mengalir dan bersih (tidak terdapat tumpukan sampah), indah dipandang serta dapat menjadi salah satu objek wisata kota.
  • Sepanjang pinggir Sungai Baturusa terutama disepanjang kawasan Pelabuhan Pangkalbalam sampai ke muara di bangun talud dan pada muara sungai tersebut sudah harus dimulai desain dan pembangunan breakwater.
  • Disepanjang sungai Baturusa mulai dari rencana lokasi jembatan Baturusa III menyusuri bibir sungai di buat jalan setapak dengan lebar minimal 3 m, dilengkapi dengan jalur taman selebar minimal 10 m, dan jalan raya sejajar pantai tersebut sampai ke bagian muara sungai.
  • Memperlebar jalan-jalan Negara menjadi 2 jalur dengan lebar masing-masing 7 m dilengkapi dengan jalur pemisah selebar minimal 1 m, trotoar selebar 1,5 m dan saluran drainase dengan lebar dan dalam yang cukup di setiap ibu-ibu kota kabupaten, sebagaimana yang telah dibangun di Kota Sungailiat dilengkapi dengan jalur taman dan pohon peneduh.
  • Memelihara kebersihan dan lingkungan kota untuk mempertahankan status Kota Adipura Pangkalpinang, Sungailiat dan Tanjung Pandan serta tercipta lagi kota-kota adipura lainnya di 4 ibu kota kabupaten yang lainnya (Muntok, Manggar, Koba dan Toboali).
  • Penanaman pohon peneduh dan lampu-lampu taman didesain sedemikian rupa agar dapat menciptakan suasana yang asri baik pada siang hari maupun malam hari.
  • Pada tahun 2010 nanti diharapkan listrik diharapkan tidak menjadi masalah, telah terpasang power plant dengan total daya lebih dari 75 MW dalam keadaan baik.
  • Jaringan listrik telah terhubung baik oleh PLN sendiri maupun Pemerintah provinsi/Kabupaten bekerjasama dengan PLN sampai ke pelosok dusun, terutama ke kawasan wisata, hotel-hotel dan sarana pariwisata lainnya.
  • Disepanjang jalan di dalam kota, di desa dan di dusun sudah terpasang lampu-lampu jalan serta lampu-lampu hias yang menerangi taman-taman kota yang ada.
  • Tidak terjadi lagi pemadaman listrik baik pada siang hari maupun malam hari dengan alasan teknis apapun.
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tipe B sudah mulai dioperasikan dengan kemampuan dasar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pada umumnya.
  • RSUD tersebut dilengkapi dengan ruang-ruang Emergency, WIP, dan Special Care (untuk penyakit malaria).
  • RSUD tersebut dilengkapi pula dengan ruangan Hyperbaric (pressure chamber) untuk mengakomodasi kemungkinan kecelakaan pada saat menyelam.
  • Kerjasama antara RSUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan rumah-rumah sakit swasta yang ada di Jakarta maupun di Luar Negeri sangat diharapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima sekaligus sebagai daya tarik pariwisata.
  • Lokasi RSUD tersebut dicarikan pada suatu lokasi di tepi pantai dengan luas yang cukup dan mudah di capai dari kota Pangkalpinang dan kota-kota lainnya di Pulau Bangka. Lebih disenangi dekat dengan pelabuhan laut dan udara sehingga memudahkan untuk dicapai pasien-pasien yang berasal dari Pulau Belitung dan pulau-pulau sekitarnya.
  • Penyediaan air bersih perkotaan dan pedesaan serta di kawasan wisata merupakan persoalan yang urgen untuk dilaksanakan segera. Prioritas penanganan air bersih dengan menerapkan teknologi mutakhir diakomodasikan untuk daerah perkotaan dan kawasan pengembangan industri serta pariwisata. Dengan memanfaatkan sumber-sumber air berasal dari kolong – kolong bekas penambangan timah yang ada disekitar kota-kota dan kawasan industri/pariwisata.
  • Drinkable water merupakan goal penyiapan air bersih pada masa depan yang secara bertahap diupayakan secara dini.Sedangkan air bersih di daerah pedesaan terus diupayakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sekaligus untuk menggalakkan wisata desa seperti forest tourism dan agro tourism.
  • Pada tahun 2010 runway Bandara Depati Amir sudah selesai diperpanjang mencapai 2.500 m dengan lebar 45 m sehingga telah dapat didarati oleh pesawat-pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737-500, Air Bus dan tipe-tipe pesawat yang lainnya.
  • Pembangunan apron dan terminal baru yang lebih representatif yang dilengkapi dengan minimal 4 buah karbarata untuk melayani penumpang domestik dan mancanegara segera diselesaikan sebelum agenda Visit Babel Archi 2010 ini, dan terminal tersebut dilengkapi pula dengan mal dan hotel.
  • Bandara Hannandjoedin Tanjungpandan juga diperpanjang dilebarkan sesuai dengan kebutuhan agar dapat di darati oleh pesawat-pesawat yang lebih besar.
  • Bandara-bandara perintis mulai didesain terutama untuk kota Toboali dan Manggar.
  • Persiapan pelabuhan-pelabuhan laut Pangkalbalam, Belinyu, Muntok, Sadai, Tanjungpandan, Manggar.
  • Rute-rute pelayaran kapal-kapal cepat yang melayani penumpang perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya baik dari Palembang-Muntok, Pangkalpinang-Tanjungpandan, Manggar-Ketapang,Sadai-Jakarta, Pangkalbalam-Jakarta dan Tanjungpandan-Jakarta, Pangkalpinang-Batam.
  • Pelabuhan Belinyu disandari oleh kapal-kapal Pelni,
  • Pelabuhan Jelitik Sungailiat dipersiapkan mampu untuk menampung kapal-kapal niaga sekaligus penumpang dengan kapasitas yang terbatas.

Visit Bangka Belitung Archipelago 2010Kota PangkalpinangKabupaten BangkaKabupaten BelitungBangka BaratKabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka SelatanKabupaten Belitung Timur