Penyuluh Bagian Integral Pembangunan
Diskominfo (Mon, 30 Jan 2012 at 15:19)
Pangkalanbaru - Penyuluh pertanian dan kehutanan sebagai bagian integral dari pembangunan. Sebab penyuluh menempati posisi strategis dan memegang peranan penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.
Demikian dikatakan Eko Maulana Ali, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat menyampaikan sambutan dalam acara Program Aksi Pemantapan Sistem Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan se Babel, di Hotel Aston, Senin 30 Januari 2012.
"Acara pertemuan ini sebagai wadah yang berkaitan dengan kegiatan pertanian, perikanan dan kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan kabupaten/kota agar terkoordinir dengan baik. Terutama dalam memadukan, menyerasikan dan menyelaraskan penyelenggaraan sistem penyuluhan di wilayah pedesaan," jelas Gubernur yang juga menjabat Ketua Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Gubernur mengajak seluruh SKPD dan instansi terkait untuk bersama-sama memperjuangkan nasib para penyuluh petani, nelayan, pembudidaya kehutanan HTR (Hutan Tanaman Rakyat). Langkah yang dapat dilakukan yakni, dengan adanya rencana aksi pemantapan sistem penyuluhan pertanian perikanan, dan kehutanan tahun 2012.
Lebih jauh ia mengharapkan, pertemuan ini hendaknya dapat menjalin kerjasama terutama dalam, swasembada dan swasembada berkelanjutan, diverifikasi pangan, nilai tambah, daya saing ekspor dan kesejahteraan penyuluh, para petani, para nelayan serta seluruh masyarakat.
Penyuluhan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, jelasnya, penyuluh juga dapat memajukan kesejahteraan umum yang merupakan hak asasi warga negara Indonesia dan untuk meningkatkan peran di sektor pertanian, perikanan dan kehutanan dalam pembangunan.
"Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan penyuluhan di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2006," kata Gubernur.
Terdapat sembilan indikator keberhasilan penyuluhan pertanian. Dikatakan Gubernur, indikator tersebut di antaranya, tersusunnya program penyuluhan pertanian, tersusunnya rencana kerja tahunan (RKT), tersusunnya data peta wilayah untuk pengembangan teknologi spesifik lokasi, terdiseminasinya informasi teknologi pertanian secara merata.
"Indikator lainnya, terdapat tumbuh kembang keberdayaan dan kemandirian pelaku utama dan pelaku usaha, terwujudnya kemitraan usaha pelaku utama dan pelaku usaha yang menguntungkan, terwujudnya akses pelaku utama dan pelaku usaha kelembagaan keuangan, informasi, sarana produksi, meningkatkan produktivitas agrobisnis komoditas unggulan di wilayah serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama," ungkapnya. (Tim Media Center)















