Pemprov Babel Bertekad Berantas Malaria

Diskominfo Babel (Mon, 27 Apr 2009 at 14:46)

PANGKALPINANG – Tahun 2008, tercatat sekitar 10.266 masyarakat di Bangka Belitung mengidap positif  penyakit malaria. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui dinas terkait bertekad menekan angka penyebaran penyakit ini.

Sementara secara nasional, tahun 2007 tercatat sekitar 80 persen kabupaten/kota di Indonesia masih endemis terserang penyakit malaria. Di samping itu, sekitar 4 hingga 5 persen penduduk yang bermukim di daerah masih berisiko tertular penyakit malaria.

Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Syamsuddin Basari menjelaskan, tahun 2007 telah mulai dilaksanakan eliminasi malaria secara bertahap di seluruh tanah air. Diharapkan dengan pelaksanaan program tersebut, masyarakat dapat terbebas dari penyakit malaria. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang berpontensi terhadap penularan penyakit malaria.

Jumlah kasus yang dilaporkan pada tahun 2008 sebanyak 1,624 juta lebih masyarakat Indonesia yang tertular penyakit malaria. Wagub menambahkan, jumlah ini tentunya sangat besar. Peluang penyebaran terjadi di daerah terpencil yang sulit transportasi, dan akses pelayanan kesehatan yang masih rendah. Menurut para ahli ekonomi kesehatan, dari sejumlah kasus tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi sekitar Rp 3,3 triliun.

 “Angka kerugian ini antara lain, akibat tidak dapat bekerja selama satu minggu, biaya pengobatan, biaya malaria seperti menurunnya tingkat kecerdasan anak sekolah, rendahnya kualitas sumber daya manusia serta menurunnya produktivitas,” jelas wagub saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan dalam Peringatan Hari Malaria kedua se dunia, Senin (27/4) di depan peserta apel pagi PNS di lingkungan Pemprov Babel.

Sebagai negara tropis yang endemis malaria, dikatakan Syamsuddin, dapat dipahami bagaimana besarnya penderitaan masyarakat akibat penyakit ini. Ibu hamil, bayi dan balita banyak yang meninggal. Penduduk pekerja produktif tidak dapat bekerja maksimal, karena daya tahan dan kualitas sumber daya kurang. Selain itu, anak usia sekolah tidak dapat belajar dengan baik, karena tingkat kecerdasannya rendah.

“Upaya intensif dalam pencegahan malaria, belum juga dapat memberantas penyakit malaria. Beberapa hambatan yang dihadapi di antaranya resesi yang terjadi sepuluh tahun yang lalu membuat tidak dapat membiayai kegiatan tersebut. Sehingga terjadi peningkatan kembali kasus-kasus malaria di berbagai daerah,” jelasnya.

Masalah malaria merupakan persoalan yang konflik. Dijelaskan Syamsuddin, masalah tersebut terkait dengan berbagai aspek salah satunya aspek lingkungan. Untuk mengobati penyakit ini, telah ada obat baru. Selain itu, untuk langkah pencegahan telah disediakan kelambu yang berinsektisida yang dapat melindungi masyarakat dari gigitan nyamuk pada waktu tidur.

”Masalah lingkungan masalah kita bersama. Kita harus dapat mengurangi jumlah nyamuk seperti mengeringkan air yang tergenang, menebas dan membersihkan lingkungan, serta beberapa langkah lainnya,” jelas wagub.(diskominfo babel)

 

Visit Bangka Belitung Archipelago 2010Kota PangkalpinangKabupaten BangkaKabupaten BelitungBangka BaratKabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka SelatanKabupaten Belitung Timur