Manfaatkan Kolong Eks Tambang Bagi Pengembangan Sektor Pariwisata

diskominfo babel (Thu, 17 Dec 2009 at 8:26)

Pangkalpinang - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar seminar mengenai Studi Kelayakan Bekas Pertambangan Timah di Babel, Senin 14 Desember 2009. Puluhan stakeholders menghadiri kegiatan di Lantai III Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

Pada kesempatan itu, Engkus Kabid Disbudpar Bangka Belitung menjelaskan, Kepulauan Bangka Belitung sudah sangat identik dengan timah. Tahun 1709 diperkirakan sebagai tahun pertama kalinya timah mulai ditambang di Pulau Bangka Belitung, ketika timah ditemukan di Sungai Olin, Kecamatan Toboali oleh orang Johor.

"Hingga saat ini timah memang masih menjadi salah satu sumber daya alam penopang perekonomian sebagian besar masyarakat Bangka Belitung," jelasnya saat menyampaikan sambutan kepala Disbudpar, Senin 14 Desember 2009.

Seiring dengan perkembangan dan kondisi lingkungan serta arah pembangunan didasari timah bukan sumber daya alam yang strategis lagi bagi Bangka Belitung, maka sekarang pemerintah daerah beserta lembaga dan instansi terkait berusaha untuk melakukan pengamanan dan perlindungan serta pengendalian terhadap kawasan tersebut.

Rencananya pemerintah akan memanfaatkan dan mengelola bekas-bekas tambang yang tersebar sangat banyak di Bangka Belitung ini. Menyadari potensi tersebut, jelasnya, di beberapa kawasan sudah dikembangkan sektor perikanan, perkebunan, pertanian termasuk sektor pariwisata. Dari beberapa alternatif pengembangan kawasan bekas pertambangan timah dan dengan memperhatikan sifat sektor pariwisata yang relatif lebih ramah lingkungan dan multi sektoral.

Dikatakannya, pariwisata menjadi salah satu alternatif kegiatan yang baik dikembangkan di kawasan bekas pertambangan timah tersebut. Pemerintah daerah berusaha untuk mulai mengembangkan kawasan bekas pertambangan timah menjadi objek wisata ataupun kawasan (cagar) alam maupun budaya dengan tujuan untuk melestarikan dan meningkatkan nilai ekonomis kawasan bekas penambangan timah yang ada.

Sementara KA Tajuddin Asisten III Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menyampaikan sambutan Gubernur mengatakan, timah sudah menjadi kehidupan masyarakat Bangka Belitung. Namun timah merupakan bahan tambang yang tak dapat diperbaharui, sehingga sewaktu-waktu akan habis. Untuk itu, ke depan eks tambang timah harus bisa dikelola dengan baik. Dalam hal ini dapat melakukan pengelolaan kolong, sehingga dapat memberikan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.

"Pertambangan di Bangka Belitung dapat dijadikan sebagai sejarah dan daya tarik bagi dunia pariwisata. Diharapkan seminar ini dapat menghasilkan masukan konstruktif  dan memberi kontribusi positif bagi pembangunan Bangka Belitung," jelasnya.(adit/hzr)

 

Visit Bangka Belitung Archipelago 2010Kota PangkalpinangKabupaten BangkaKabupaten BelitungBangka BaratKabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka SelatanKabupaten Belitung Timur