Langkah Awal Membentuk DRD Provinsi Babel
diskominfo (Fri, 4 Sep 2009 at 10:41)
Pangkalpinang - Sekitar 40 undangan menghadiri kegiatan pemaparan rencana pembentukan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Ruang Pertemuan Lantai 3 Kantor Gubernur, Jumat (4/9). Kegiatan yang diadakan Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut menghadirkan Dr Ir Indrayati Subagio DEA dan DR Ir Tusy A Adibroto sebagai pemateri dari Dewan Riset Nasional (DRN).
Saat membuka kegiatan, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nazalyus menjelaskan, sosialisasi ini dalam rangka melaksanakan amanat Undang-undang No 18 Tahun 2002 tentang Sistem Penelitian Nasional, Pengembangan dan Penerapan Iptek. Pada Pasal 20 undang-undang ini disebutkan, gubernur dapat membentuk Dewan Riset Daerah (DRD). Dalam hal ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu dari 7 provin
si yang belum membentuk DRD.
"Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting di era globalisasi ini. Kegiatan ini langkah awal untuk membentuk Dewan Riset Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," jelasnya, Jumat (4/9).
Indrayati saat menyampaikan materi mengatakan, sekarang ini perubahan dapat terjadi sangat cepat. Untuk mengatasi realita ini harus ada sinergi dari pihak terkait dan harus didukung sistem informasi yang baik. Selain itu daya saing harus disikapi sedemikian rupa, dan harus realistis berdasarkan potensi di daerah.
"Jadi dalam hal ini harus bijak menyikapi apa yang ingin dikedepankan.Tahun 2007 lalu, daya saing Indonesia berada diperingkat 54. Kita sudah tertinggal cukup jauh dari Negara Malaysia yang sudah berada diperingkat 21," jelasnya.
Membangkitkan daya saing sangat diperlukan guna mengantisipasi perkembangan global. Ia menambahkan, ada dua dampak positif daya saing tersebut di antaranya, jika ke dalam daya saing dapat meningkatkan kualitas diri.Sedangkan keluar, dampak positif daya saing yaitu mempunyai kemampuan menguasai teknologi yang telah ada selama ini.
Contohnya saja produk timah Bangka Belitung. Dijelaskannya, jika saat ini hanya mampu mengolah biji timah menjadi timah batangan, ke depan hendaknya dapat mengemas produk tersebut lebih baik lagi, sehingga timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai nilai yang tinggi.
"Kita harus meningkatkan mutu, sehingga mempunyai daya saing. Indonesia harus yakin bisa melakukan hal tersebut," jelasnya.(diskominfo babel)








