Ketua Umum SMSI Teguh Sentosa Melantik Kepengurusan Anggota SMSI Babel Periode 2017-2022

Pangkalpinang – Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) pertama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di gelar di Ballroom hotel Soll Marina Bangka Belitung pada hari Selasa (10/10/2017). Acara tersebut juga untuk melantik kepengurusan SMSI Babel masa bakti 2017-2022. Turut hadir ketua umum SMSI Pusat Teguh Sentosa, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Suharto.

Sebanyak 16  (enam belas) orang dilantik sebagai pengurus SMSI Babel, dengan Nico Alpiandy yang menjabat sebagai ketua SMSI Babel. Nico mengucapkan terimakasih karena sudah diberikan amanah dan kepercayaan untuk menjadi pengurus SMSI Babel, dan Ia akan mengemban tugasnya dengan baik.

Nico menyampaikan bahwa Rapimnas SMSI bertujuan untuk menentukan media yang sehat dan berkualitas. “Rapimnas SMSI di Bangka Belitung ini adalah untuk menentukan media yang sehat dan kredibel, selain itu juga merupakan tonggak sejarah dalam kontribusi positif terhadap perkembangan teknologi dan pemberitaan yang saat ini lebih banyak bermunculan di media online,” ujar Nico.

Menurut Nico, dengan kemajuan teknologi pembaca berita online semakin hari semakin bertambah, dan sekarang ini sudah termasuk kebutuhan. “Pembaca berita online semakin bertambah, dan ini menjadi kebutuhan dengan prosentase yang terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dengan kemudahan akses untuk mendapatkan informasi,” lanjut Nico.

Ia pun berharap dengan kegiatan Rapimnas ini dapat menjadi kontribusi positif bagi perkembangan di daerah.

Menteri Kominfo Rudiantara melalui video call menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya SMSI Babel dan pelaksanakan Rapimnas SMSI. Rudiantara menyampaikan bahwa SMSI yang merupakan konstituen dewan pers yang memiliki tanggung jawab dalam permasalahan isu-isu terkini dalam dunia siber, terutama yang berkaitan dengan hoax.

“Tanggung jawab SMSI adalah menangkal berita-berita hoax, atau berita-berita yang dianggap negatif seperti mengadu domba. Kami dari Kemenkominfo berhapar untuk dapat bekerjasama memerangi informasi yang negatif di dunia maya,” ucap Rudiantara.

Teguh Sentosa selaku ketua umum menjelaskan bahwa anggota organisasi SMSI ini bukan individu maupun wartawan, namun terdiri dari perusahaan media siber yang bertujuan untuk membantu dalam pengelolaan media siber di Indonesia.

“SMSI membantu pemilik media siber di Indonesia menjadi perusahaan yang profesional dan sehat, bukan yang sekedarnya dan bertujuan destruktif,” jelas Teguh.

Hingga sekarang SMSI sudah berdiri di 27 provinsi di Indonesia dan sebanyak 265 anggotanya telah terverifikasi. “ Saat ini sudah 1000 media online yang mendaftar se-Indonesia, namun kami seleksi lagi hingga menjadi 265 perusahaan media online yang terverifikasi, dan itu yang sudah kami daftarkan ke Dewan Pers pada bulan September 2017,” tutur Teguh.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh SMSI, terutama masih banyak anggota lain yang belum terverifikasi dengan sempurna. Menurut Teguh belum terverifikasi keanggotaan media siber karena ada beberapa poin yang harus terpenuhi, seperti badan hukumnya, dimana kantornya , dan juga penanggung jawabnya harus wartawan kelas utama. Ia berharap bagi yang belum meregistrasi keanggotaannya, dapat turut mendaftarkan pada gelombang kedua di bulan November 2017.

Lebih jauh Teguh mengungkapkan bahwa SMSI tidak hanya sekedar memerangi kabar bohong (hoax), dan ujaran kebencian saja. “SMSI tidak hanya memerangi hoax dan kabar kebencian saja, namun  juga menciptakan perusahaan media online yang dapat menjadi tempat bagi karyawannya hidup, mempunyai martabat, profesional, dan kepastian karir,” pungkas Teguh.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo