Kenali Gejala Flu Babi

Diskominfo (Wed, 27 May 2009 at 11:49)

Pangkalpinang – Antisipasi terhadap penyebaran penyakit flu babi harus dilakukan sejak dini. Menderita deman tinggi menjadi salah satu ciri jika terserang penyakit tersebut. Untuk mengindari hal-hal yang tak diinginkan, disarankan masyarakat segera memeriksakan diri ke pusat kesehatan pelayanan terdekat untuk mendeteksi penyakit yang diderita.

Dijelaskan dr Hendra Kusumajaya M Epid, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam press release, Rabu 27 Mei 2009, definisi kasus swine influenza (H1N1)/flu Meksiko, suspeknya, seseorang dengan gejala infeksi pernapasan akut, demam 38 derajat celcius mulai dari yang ringan (influenza like illnes) sampai dengan pneumonia, ditambah dalam 7 hari sebelum sakit pernah berkunjung ke area yang terdapat satu atau lebih kasus konfirmasi swine influenza (H1N1) /Flu Meksiko.

Lebih jauh ia menjelaskan probabel, seseorang dengan gejala di atas disertai dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif terhadap influenza A, tetapi tidak dapat diketahui subtypenya dengan menggunakan reagen influenza musiman atau seseorang yang meninggal karena penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang tidak diketahui penyebabnya, dan berhubungan secara epidemiologi (kontak dalam 7 hari sebelum omset) dengan kasus probable atau konfirmasi.

Konfirmasi penyakit ini, seseorang dengan gejala di atas sudah dikonfirmasi laboratorium swine influenza (H1N1)/Flu Meksiko dengan pemeriksaan satu atau lebih test seperti, real time RT PCR, kultur virus, dan peningkatan 4 kali antibody spesifik swine influenza (H1N1)/Flu Meksiko dengan netralitasasi tes.

Pengawasan

Terdapat beberapa petunjuk teknis pemantauan penyakit ini di pelabuhan. Dikatakannya, langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain, health alert card (HAC), sedapat mungkin dibagikan di atas pesawat/kapal dan diisi oleh penumpang turun dari pesawat/kapal. Penumpang yang sudah mengisi HAC lalu menyerahkannya kepada petugas KKP, dan petugas KKP harus mencermati isian HAC tersebut, terutama mengenai negara yang pernah dikunjungi penumpang, ada tidaknya kontak dengan kasus swine flu serta mendeteksi gejala/keluhan.

Setelah mengisi HAC, jelasnya, penumpang harus melalui thermal scanner atau bagi pelabuhan yang tidak mempunyai thermal scanner, maka penumpang yang berasal dari daerah terjangkit harus diamati secara visual apakah tampak sakit. Bagi penumpang yang datang langsung ataupun tidak langsung dari daerah terjangkit dan terdeteksi suhunya lebih dari 38 derajat celcius dari thermal scanner atau dari pemantauan terlihat sakit, segera dibawa ke poliklinik KKP untuk di pemeriksa.

“Jika seseorang tersebut memenuhi kriteria suspek swine flu (flu Meksiko), dibawa ke rumah sakit rujukan AL untuk tatalaksan selanjutnya. Bagi penumpang yang tidak menunjukkan gejala swine flu (Flu Meksiko), diberikan robekan HAC oleh petugas KKP dan penumpang dapat meninggalkan pelabuhan,” jelasnya.(diskominfo babel)

Dosis Pemberian Oseltamivir

  • Untuk dewasa dan anak > 13 tahun: 2 kali 75 mg perhari, selama 5 hari
  • Untuk anak < 1 tahun: 2 mg/kg BB, 2 kali sehari selama 5 hari
  • Dosis oseltamivir dapat diberikan sesuai dengan berat badan sebagai berikut:
  1. >  40 kg: 75mg, 2 kali sehari
  2. > 15-23 kg : 45mg, 2 kali sehari
  3. > 23-40 kg : 60mg, 2 kali sehari
  4. < 15 kg : 30mg, 2 kali sehari

 

Visit Bangka Belitung Archipelago 2010Kota PangkalpinangKabupaten BangkaKabupaten BelitungBangka BaratKabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka SelatanKabupaten Belitung Timur