Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung Gelar Pembinaan Bahasa Media Massa

Pangkalpinang - Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar diskusi bersama awak media massa lokal terkait pembinaan dan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bertempat di Hotel Puncak, Kamis (12/10/2017)

Acara diskusi dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman terhadap pengunaan bahasa baik lisan maupun tertulis agar menghasilkan karya penulisan jurnalistik yang baik dan benar sehingga dapat membentuk karakter kepribadian masyarakat yang bangga dalam menggunakan bahasa nasional.

Diskusi bersama awak media dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diwakili Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Ahmad Fauzan Syahzian sekaligus menjadi salah seorang pemateri diskusi.

Drs. Hidayatullah Astar, M.Hum., Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung dalam acara diskusi tersebut menyampaikan bahwa bahasa Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa. Pada saat sekarang dinamika perkembangan bahasa berkembang begitu pesat karena kemajuan teknologi dan penggunaannya pun semakin luas, baik lisan maupun lisan.

"Bulan Oktober adalah bulan bahasa, dan untuk memasyarakatkan penggunaan bahasa di Bangka Belitung, maka pada 30 Oktober akan dicanangkan Pangkalpinang sebagai Kota Tertib Bahasa," terang Hidayatullah.

Menurut Hidayatullah, pencanangan Kota Pangkalpinang Kota Tertib Bahasa merupakan bagian untuk memberikan pendidikan agar penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan tetap melestarikan bahasa daerah, sekaligus dapat menguasai bahasa asing karena bahasa dapat memajukan bangsa.

Ahmad Fauzan Syahzian, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat memberikan materi menitikberatkan pada persoalan asas kepatutan dalam penulisan sebuah karya jurnalis. Pasalnya dalam pemilihan serta penggunaan kata merupakan indikator sebuah informasi yang mencerminkan jati diri serta kepribadian seorang penulis.

"Dalam penulisan sebuah berita, hormati narasumber yang telah memberikan informasi. Tetap berpegang teguh pada norma kesantunan dalam penulisan sebuah berita sekaligus mempertahankan jati diri," terang Fauzan.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Erwin/Nita