Jelang HUT Babel, Wagub Ceritakan Sejarah Singkat Provinsi Bangka Belitung

SUNGAILIAT - Menjelang Ulang Tahun Ke-17 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang jatuhpada 21 November 2017, Wakil Gubernur  Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah menceritakan capaian yang telah dilakukan oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitungselama 17 (tujuh belas) tahun.

Menurutnya Bangka Belitung berkeinginan untuk mewujudkan Bangka Belitung menjadi pariwisata kelas dunia, dan untuk saat ini sudah terlihat kemajuan pariwisata di Pulau Belitung dengan ditetapkannya Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus oleh Presiden. Selain itu juga telah ditetapkannya Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Belitung menjadi bandara bertaraf Internasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Abdul Fatah saat menghadiri acara temu wicara antar tokoh presidium dari Pulau Bangka dengan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-17 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat, pada Selasa (14/11/2017).

Wagub juga menjelaskan tidak hanya Pulau Belitung, saat ini Pulau Bangka juga akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Gunung dan Kawasan Tanjung Pesona.

"Kawasan KEK ini akan merambah ke Pulau Bangka. Jika nanti wisatawan jenuh mengunjungi Belitung, wisatawan bisa mengunjungi Pulau Bangka melalui Jalur Marine Park Destinasi maritim dari Kepulauan Pongok dan Celagen Kabupaten Bangka Selatan," ungkap Wakil Gubernur.

Dalam usia 17 Tahun ini, ketahanan pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih dalam tataran membangun ketahanan pangan dan baru akan menuju Kedaulatan Pangan. "Jika sudah berdaluat pangan, kita sudah mampu mengendalikan harga dan tidak dipengaruhi oleh harga luar.

Menanggapi pandangan tersebut, Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ahmad Damiri menjelaskan bahwa hingga saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih mengimport beras dari luar Pulau Bangka sebesar 83 persen, sementara untuk produksi beras Bangka Belitung baru mampu memproduksi 14 hingga 16 persen. Jika tidak dilakukan produksi beras keadaan tersebut akan mempengaruhi harga pangan di Bangka Belitung.

"Dengan kondisi tersebut, maka pada tahun 2016 Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membentuk Satgas Pangan dalam upaya mengendalikan harga disaat saat hari besar seperti Ramadhan maupun Hari Raya," ungkap Damiri.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Evani