Eko Maulana : PLTN Untuk Energi Alternatif Di Masa Depan

Diskominfo (Thu, 23 Dec 2010 at 23:06)

Pangkalpinang - Selama dua hari Gubernur Eko Maulana Ali berkunjung ke Negara Slovania dan Slovekia, yang disebut dengan scientific visiting, dimana kunjungan tersebut atas undangan dan sponsor dari International Energy Atom Agency (IEAA), yang berpusat di Wina.

Gubernur berkunjung kesana didampingi oleh tim yang terdiri dari Dinas Pertambangan dan Energi, Bappeda, Bupati Bangka Selatan, Bupati Bangka Barat yang diwakili oleh Sekda Bangka Barat, yang mengikuti serangkaian kegiatan berupa pembelajaran materi dan melihat proses PLTN disana.

Hal ini disampaikan Gubernur pada saat menggelar pers conference di ruang VIP Bandara Depati Amir di depan sejumlah wartawan local media cetak maupun media elektronik dalam hal ini radio, pada hari senin tanggal 22 Desember 2010.

"Isi dari scientific visiting  adalah sejenis kursus kecil, seperti pengenalan dari awal masing-masing PLTN di Slovania dan Slovekia. Dimana saat pagi nya kami menghadiri kelas, dan di waktu sorenya kami masuk ke ruang stimulator dan dilanjutkan melihat-lihat PLTN secara langsung. Negara Slovenia benar-benar terbuka dalam ilmu pengetahuannya, dan terbuka dalam menunjukkan fasilitas-fasilitas nuklir yang mereka miliki," ujar Eko.

Uniknya mengenai keberadaan PLTN yang sudah puluhan tahun yang berada di Slovenia ini, ternyata hanya berjarak 500 meter dari pemukiman warga yang berada di tengah kota Krsko. Kehadiran PLTN ini tidak memicu keresahan dari warga setempat, bahkan mereka mendukung pemerintah. Hal ini membuat tim tertarik bagaimana pemerintah tersebut dapat mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat.

"Warga Krsko yakin dengan teknologi nuklir ini, apalagi dengan adanya monitoring terus menerus dari Nuclear Power Plan (NPP), Mungkin yang khawatir adalah negara-negara sekitar, dan kekhawatiran tersebut lebih ke arah unsur politik," ungkap Eko.

NPP atau PLTN di negara tersebut, menghasilkan sumber daya listrik yang berlebihan dan murah dan juga lapangan kerja yang terbuka, "Diharapkan dengan adanya  PLTN di Babel juga dapat menghasilkan lapangan pekerjaan, belum lagi dengan adanya kompensasi bagi masyarakat sekitar lokasi," tambah Eko.

Lalu pada februari 2011 mendatang, direktur dari PLTN di Slovakia akan diundang ke Bangka Belitung untuk berdialog langsung, supaya menjelaskan dan memberi pemahaman kepada masyarakat, diharapkan masyarakat dapat mengerti dengan penjelasannya nanti. Dan ini masih dalam masa penjajakan.

"Dari Slovenia sendiri sangat mendukung sekali dalam bentuk informasi maupun bantuan dalam bentuk teknis kalau kita membutuhkan," tambah Eko.

Mengenai PLTN ini harus dikaji lebih dalam, dimana kehadiran energi ini penting bagi kelangsungan suatu daerah maupun bangsa. Sudah saatnya Negara ini bersiap-siap mencari energi pengganti, karena kemampuan minyak bumi, gas dan batu bara pada saatnya akan habis.

Rencananya di Muntok Bangka Barat nanti akan dibangun PLTN sebesar 1000 Megawatt, dan 600 Megawatt di Tanjung Kerasak Bangka Selatan. "Sasaran kita sebenarnya adalah untuk mengakomodir kebutuhan listrik yang tidak hanya di Bangka Belitung tapi juga mulai dari Bali jaringan nasional sampai Sumatera," pungkas Eko.

Oleh karena itu lah lokasinya ditempatkan di dekat dengan pantai Sumatera sehingga biaya transmisi nanti lebih ringan. Jadi pusat nuklir ini ditempatkan di Bangka Belitung, karena dimulai dari Bali sampai Sumatera yang paling cocok dalam memenuhi 17 persyaratan yang telah ditinjau oleh BATAN hanya Bangka Belitung yang cocok dijadikan lokasinya.(K5)

 

Visit Bangka Belitung Archipelago 2010Kota PangkalpinangKabupaten BangkaKabupaten BelitungBangka BaratKabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka SelatanKabupaten Belitung Timur