Duta PBB Kunjungi Bangka Belitung

Diskominfo Babel (Tue, 18 Aug 2009 at 13:47)

Pangkalpinang - Duta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), EL Mustofa bin Benlamlih, Selasa 18 Agustus 2009 mengunjungi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan yang dimotori TVRI tersebut mendatangi tiga sekolah di Pangkalpinang di antaranya SMP 2 Kacang Pedang, SMK 2 Kacang Pedang dan SD 10 Bukit Baru Pangkalpinang.

salah satu perwakilan guru SLTPN 2 saat menyerahkan Cinderamata kepada Dubes PBB, EL Mostafa Bin BenlamlihDubes PBB, Produser RCTI, Devi Monika Lumanau. kepala Dinas Kominfo, Rofiko Mukmin. kepala dinas Budpar, Yan Megawandi. foto bersama Guru dan Murid-Murid SDN 10 PangkalpinangSaat melakukan pertemuan dengan siswa sekolah tersebut, Duta PBB membicarakan mengenai persoalan perdamaian dunia. Tampak terjadi dialog aktif antara siswa dan duta, dan sejumlah siswa menanyakan mengenai sejauhmana peran PBB dalam mengupayakan perdamaian di dunia.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Yan Megawandi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rofiko H Mukmin Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika serta kepala dinas lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu sejumlah tenaga pendidik di sekolah yang dikunjungi juga ikut hadir mendampingi siswa.

Di depan siswa ia menjelaskan, PBB tidak hanya berfungsi untuk menciptakan perdamaian di dunia. Namun PBB juga konsen dengan persoalan lain seperti mengenai pengentasan kemiskinan yang masih menjadi persoalan dunia. Sebab perperangan akan sulit teratasi jika persoalan kemiskinan ini belum dapat diselesaikan. Upaya perdamaian terus dilakukan, untuk menjalankan keinginan tersebut terkadang PBB melakukan dengan memberi tekanan kepada pihak-pihak yang bertikai.

"Kita ketahui, menciptakan peperangan lebih mudah dari menciptakan perdamaian. Untuk menciptakan perdamaian tersebut, PBB terus melakukan berbagai upaya," jelas Duta PPB asal Negara Maroko tersebut, di Ruang Pertemuan SMP 2 Pangkalpinang, Selasa 18 Agustus 2009.

Persoalan lain yang juga menjadi perhatian PBB yaitu mengenai pendidikan. Duta PBB menjelaskan, pendidikan sangat penting bagi masyarakat. Namun pendidikan saja tidak cukup, sebab agar pendidikan tersebut dapat berguna setiap individu harus menambah wawasan dan pengetahuan.

"Satu hal yang tidak dapat dicuri orang lain dari kita (individu-red) yaitu kepintaran. Jadi semua siswa harus mempunyai kepintaran tersebut," harapnya.

Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam, dan ini membedakan Indonesia dengan Jepang. Dikatakannya, namun Beberapa perwakilan siswa SLTPN 2 Bernyanyi bersama Dubes PBB dan Produser TVRI, Devi Monika lamanauorang-orang yang berada di Jepang mengusai ilmu pengetahuan, kendati keterbatasan sumber daya alam, namun negara tersebut dapat terus berkembang. Hal ini hendaknya juga terjadi di Indonesia.Duta PBB ini menyarankan kepada siswa SDN 10 agar memiliki ilmu pengetahuan. Sebab apapun yang diinginkan dapat diraih dengan belajar, menambah ilmu pengetahuan dan bekerja keras.

"Sejak tahun 1981 telah bergabung dengan PBB, dan di tahun itu saya yakin siswa-siswa yang ada di sini (SMP 2-red) belum lahir. Sepanjang bergabung dengan PBB, telah bertugas di sekitar 10 negara dan negara yang paling indah dari sejumlah negara tersebut yaitu Indonesia," jelasnya.

Duta PBB ini menyarankan kepada siswa SMP 2 khususnya dan siswa di Indonesia umumnya agar memiliki ilmu pengetahuan. Sebab apapun yang diinginkan dapat diraih dengan belajar, menambah ilmu pengetahuan dan bekerja keras. Sedangkan untuk potensi yang ada, dapat dikembangkan untuk kemajuan dunia pariwisata.

"Dengan ilmu pengetahuan kita dapat mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada," paparnya.(diskominfo babel)

foto bersama di tempat pemandian dewi kuan im, sungaliat

 

Visit Bangka Belitung Archipelago 2010Kota PangkalpinangKabupaten BangkaKabupaten BelitungBangka BaratKabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka SelatanKabupaten Belitung Timur