Desa Tuik Direncanakan Menjadi Desa Mandiri Pangan 2012
Diskominfo (Fri, 13 Jan 2012 at 20:19)
Tuik, Bangka Barat - Desa Tuik ini merupakan salah satu daerah penghasil yang akan dijadikan sentra beras di Bangka Barat, walaupun tidak tertutup kemungkinan apabila daerah lain juga memiliki potensi, maka akan dikembangkan juga oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat. maka dari itu Desa Mandiri Pangan menjadi program yang direncakan di Desa Tuik untuk Tahun 2012, dimana di desa ini di coba untuk menanam padi ladang untuk dapat memproduksi beras lokal yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
Untuk daerah Bangka Barat, mendapatkan bantuan dari pusat yaitu Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) seluas 480 hektar, dan untuk di desa Tuik sendiri mendapatkan 380 hektar, dengan Laboratorium Lapangan (LL) 2 hektar. Sebagiannya ditanam oleh kelompok tani dengan dua varietas bibit unggul lokal, yaitu bibit unggul varietas mukut dan varietas hutan hantu. Bibit unggul hutan hantu menghasilkan beras merah dengan bulir-bulir padi kehitaman, sedangkan varietas mukut berwarna lebih cerah.
"Kondisi lahan di Desa Tuik lebih memungkinkan untuk menanam kedua varietas tersebut, karena lebih bagus dibandingkan menanam varietas balok dan sri mayang. Berbeda kalau di daerah lain, kondisi lahannya lebih bagus untuk menanam balok dan sri mayang," ujar Kabid Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat Edi Usman.
Di desa Tuik ini merupakan lahan sawah yang ditanam oleh padi ladang, sehubungan dengan belum tersedianya pengairan irigasi. Penghasilan dari padi ladang ini cukup baik yaitu satu hingga dua ton per hektarnya. Dengan lahan yang ditanam adalah 160 hektar, dan potensi tanam sekitar 360 hektar.
Umur panen padi ini untuk varietas lokal berkisar 150 hingga 165 hari atau sekitar 5 - 6 bulan, dan lahan padi tersebut diolah oleh kelompok tani sejak tahun 2007 secara intensif, semenjak Bangka Barat menggerakkan kelompok-kelompok tani.
Petani lokal tersebut masih menggunakan cara tradisional dengan menggunakan ani-ani untuk memanen padi. Untuk kedepannya diharapkan akan menggunakan sabit bergerigi dan mesin perontok padi power trasher yang menggunakan dana APBD Bangka Barat, dan dana DAK, untuk mempermudah dan memperkecil resiko kehilangan hasil tani yang jatuh berceceran. Kemudian Untuk penggilingan padinya akan menggunakan Rice Milling Unit RMU.
"Desa Tuik memiliki 684 jiwa dengan 164 Kepala Keluarga yang bermata pencaharian tani hampir seluruhnya, dengan asumsi 138kg perkapita/tahun dibanding dengan jumlah produksi nya, maka kita masih surplus sekitar 70 ton dan itu sangat mencukupi untuk kebutuhan desa. Dan diharapkan desa Tuik ini bisa menyumbangkan ke desa tetangga," ungkap Edi Usman.
"Acara panen bersama yang diadakan tiap tahun, pada tahun ini akan dilaksanakan tanggal 19 Januari 2012 nanti yang rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bupati Bangka Barat. Acara tersebut selain sebagai ajang promosi daerah, juga mengharapkan masukan-masukan dari para pemimpin daerah." Tutup Edi.(tim media center)

















