BPS Sosialisasikan Hasil Pendataan Usaha Tani 2009
diskominfo (Thu, 3 Dec 2009 at 15:22)
Pangkalpinang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Bangka Belitung melakukan Sosialisasi Hasil Pendataan Usaha Tani 2009 (PUT2009), di Ruang Pertemuan Hotel Serratta, Kelurahan Airitam, Pangkalpinang, Kamis 3 November 2009. Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah pemerintah memformulakan program di bidang pertanian di Bangka Belitung.
Syafril Said, Kepala BPS Kepulauan Bangka Belitung saat menyampaikan kata sambutan pada kegiatan tersebut menjelaskan, dengan hasil pendataan yang dilakukan ini diharapkan dapat mempermudah pemerintah dalam melakukan pengembangan, pembangunan di bidang pertanian. Pengumpulan data ini dari sumber langsung, sehingga dapat menjadi acuan untuk pengembangan program.
"Data yang kita kumpulkan lengkap dengan nama dan alamat petani, kelompok tani. Jika penggunaan data ini dilakukan secara benar, dapat mengetahui masalah yang terdapat di kelompok tani," jelasnya, Kamis 3 November 2009.
Sementara M Syairi, Humas BPS saat membacakan sambutan Kepala BPS mengatakan, kesempatan ini sangat baik untuk mensosialisasikan PUT 2009. Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pendataan di antaranya, pertama dapat membantu mendukung gerakan produksi beras nasional pemerintah sejak 2007 lalu, yang mencapai 2 juta ton beras/tahun. Kedua, mendukung pembangunan sarana dan prasarana produksi termaksud program pemerintah, dan ketiga yakni, hasil kegiatan ini dapat menjadi data best menurut nama dan alamat.
"Program peningkatan produksi pangan terus dilakukan dari tahun ke tahun. Pendataan ini merupakan dukungan dari BPS untuk pengembangan di bidang pertanian," katanya.
Lebih jauh ia menjelaskan, hasil lengkap PUT 2009 telah diserahkan ke Menteri Ekonomi bulan Juni lalu. Data ini juga disampaikan kepada Presiden RI. Saat ini jumlah rumah tangga usaha tani sekitar 17,8 juta. Masyarakat tersebut melakukan penanaman padi, jagung, keledai dan tebu. Data yang dihasilkan BPS dapat dimanfaatkan untuk memformulasikan kebijakan, sehingga pelaksanaan program tepat waktu dan tepat sasaran.
"Kepada pengguna data ini hendaknya dapat mendalami metode pengumpulan data. Satu kata kunci dalam pembangunan dan pengembangan program usaha tani yakni, harus didukung dengan data. Sebab data dapat mengidentifikasi masalah, memetakan suatu kebijakan. Namun data yang digunakan harus valid dan berkualitas," katanya.
Djamaluddin Alwi, Staf Ahli Bidang Pembangunan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat mewakili Gubernur membuka kegiatan tersebut mengatakan, pemerintah telah melakukan upaya untuk meningkatkan produksi pertanian. Seperti produksi padi nasional yang ditargetkan 2 juta ton pertahun untuk mencapai jumlah produksi nasional.
Produksi pangan di Bangka Belitung, terhitung dari tahun 2003 terus mengalami peningkatan. Dijelaskannya, input di bidang pertanian yang diberikan pemerintah berupa pemberian pupuk dan benih. Tujuannya agar petani dapat terus meningkatkan produksi pertaniannya, sehingga petani mendapatkan keuntungan.
"Pemerintah memberikan bantuan seperti mensubsidi pupuk. Diharapkan pengawasan pendistribusian pupuk dapat ditingkatkan, sehingga tidak menyalahi dan tepat sasaran," jelasnya.(adits/hzr)








