Berantas Penyebaran Penyakit Malaria

Diskominfo (Mon, 25 May 2009 at 14:14)

PANGKALPINANG – Malaria merupakan salah satu penyakit menular, dan hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Setiap tahun lebih dari 500 juta manusia terinfeksi malaria dan lebih dari 1 juta di antaranya meninggal dunia. Di Bangka Belitung, jumlah kasus malaria di tahun 2007 sebesar 18.303 orang, sementara di tahun 2008 terjadi pengurangan jumlah penderita menjadi 10.391 orang.

Dr Hendra Kusuma Jaya M Epid, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menyampaikan sambutan di acara Workshop Kemintraan Menuju Eliminasi Malaria Berkaitan dengan Peringatan Hari Malaria se Dunia ke 2 tahun 2009 menjelaskan, kegiatan workshop yang mengambil tema Peran Kemitraan Menuju Babel Bebas Malaria Menyongsong Babel Sehat dan Visit Babel Archipelago 2010 ini diikuti sekitar 70 peserta.

Lebih lanjut dikatakannya, sejumlah peserta tersebut datang dari berbagai kalangan di antaranya, stakeholder/pengambil kebijakan, organisasi profesi kesehatan dan organisasi sosial kemasyarakat. Sedangkan pembiayaan workshop ini berasal dari Global Foud Komponen Malaria Principle Recipient.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang masih menjadi transmisi malaria. Tahun 2007 terdapat sekitar 1,75 juta kasus malaria klinis, sedangkan tahun 2008 menurun menjadi 1,62 juta kasus. Jumlah penderita positif malaria (hasil pemeriksaan sediaan darah) tahun 2007, ada 311 ribu kasus dan pada tahun 2008 ada 266 kasus,” jelasnya di Ruang Pertemuan Hotel Serrata, Rabu (20/5).

Di Indonesia terdapat 424 kabupatan endemis malaria dari 576 kabupaten yang ada. Diperkirakan 45 persen penduduk Indonesia berisiko tertular malaria. Ia menambahkan, penyakit malaria berdampak terhadap penurunan kualitas sumber daya manusia dan dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi dan dapat berpengaruh terhadap ketahanan nasional.

Sementara di Bangka Belitung terjadi penurunan jumlah kasus penderita malaria dari tahun 2007 ke tahun 2008. Dikatakan Kadiskes, namun untuk angka annual parasite incidence (API) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih di atas 5/1000 penduduk yaitu 9,7/1000 penduduk, sehingga masih termasuk kategori high case incidence (HCI).

“Untuk bebas dari malaria, kita harus mencapai angka kasus sampai dengan kurang dari 1/1000 penduduk, serta tidak ada kasus indegenous (penularan setempat) selama tiga tahun berturut-turut dengan sistem surveilans. Provinsi kita belum bebas dari malaria, tetapi bukan berarti tidak bisa bebas dari malaria,” ungkapnya.

Saat ini departemen kesehatan melaksanakan program pengendalian penyakit malaria dengan melakukan kegiatan peningkatan perlindungan terhadap penduduk berisiko dan pencegahan penularan malaria. Langkah yang dilakukan menjalankan kegiatan integrasi dengan program ante natal care (ANC) yaitu melakukan skrining terhadap ibu hamil saat kunjungan pertama.
Pemerhati Promosi Kesehatan, dr Gultom SKM. HES pada kesempatan yang sama menjelaskan, penyakit malaria juga dapat meningkatkan risiko kesehatan, bahkan kematian bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan, potensial menurunkan kualitas tumbuh kembang  bayi yang dilahirkan. Jika terserang malaria penderita akan mengalami kekurangan darah, sehingga gampang mengantuk dan berdampak sumber daya manusia tidak mempunyai kualifikasi yang baik.

“Usia tergigit nyamuk, sangat beresiko terinfeksi malaria. Sehingga dapat menurunkan kecerdasan anak, remaja generasi penerus bangsa. Guna menangani masalah kesehatan di Bangka Belitung, harus dilakukan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, sehingga malaria dapat dihilangkan,” jelasnya.(diskominfo babel)

Visit Bangka Belitung Archipelago 2010Kota PangkalpinangKabupaten BangkaKabupaten BelitungBangka BaratKabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka SelatanKabupaten Belitung Timur