Bekali Anak Dengan Ilmu Agama
Diskominfo (Fri, 31 Jul 2009 at 9:55)
Belitung Timur - Kembangkan dan berdayakan keluarga sebagai wadah tumbuh kembang anak baik secara fisik, mental maupun moral yang dilandasi agama yang kuat untuk menjadi manusia seutuhnya. Setiap keluarga diharapkan dapat menanamankan nilai-nilai moral kepada setiap anaknya, karena kalau anak mempunyai moral baik, ketika menjadi pemimpin akan menjalankan amanah dengan baik pula.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana Ali saat kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XVI dan bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) VI tahun 2009 di Kabupaten Belitung Timur, Rabu (29/7).
"Kalau hati seseorang lalai kepada Allah SWT, sangat memungkinkan amanah yang diemban akan terabaikan. Tugas kita, bagaimana caranya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan setiap anggota keluarga dengan menjalankan amanat yang dianutnya secara benar," jelasnya.
Lebih jauh Gubernur mengatakan, sangat penting meningkatkan keimanan dan ketaqwaan setiap anggota keluarga. Oleh karenanya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dibentuk Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai. Di yayasan tersebut menghimpun kiai untuk melakukan dakwah ke setiap keluarga, masyarakat di lingkungan yang ada. Yayasan ini mempunyai visi 'tiada hari tanpa dakwah'.
Program keluarga berencana merupakan salah satu bagian untuk mengatasi masalah kependudukan. Dikatakan Gubernur, kalau program keluarga berencana berhasil, masalah kependudukan sedikit banyak teratasi.Diharapkan dengan program tersebut menghasilkan penduduk yang berkualitas dan mempunyai pemikiran untuk memajukan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Dalam menciptakan manusia yang berkualitas, sangat dipengaruhi beberapa hal mulai dari agama, pendidikan, kesehatan dan pengaturan jumlah anak. Pengaturan jumlah anak ini hanya dapat dilakukan melalui program keluarga berencana," tegas Gubernur.
Sejak beberapa tahun lalu, pelaksanaan program KB mengalami berbagai kendala. Gubernur menjelaskan, kendala tersebut mengenai kelembagaan, ketenagaan dan sarana. Tenaga penyuluh keluarga berencana merupakan unsur yang sangat penting dalam pelaksanaan program KB. Sebab tenaga penyuluh berperan memberikan informasi program kepada lapisan masyarakat. Selain itu, penyuluh sebagai penggerak institusi masyarakat pedesaan untuk membina aseptor KB dan memfasilitasinya.
Sebelumnya terdapat 129 tenaga penyuluh KB, namun saat ini jumlahnya hanya 45 orang.Gubernur mengharapkan, ke depan tenaga penyuluh KB tersebut harus diperhatikan baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota.
"Dua anak lebih baik merupakan potret keluarga ideal yang merupakan cerminan kekuatan masyarakat yang utuh dan bersatu. Keluarga yang sejahtera menjadikan keluarga damai dalam kehidupan yang saling menghormati," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama Bupati Belitung, H Khairul Efendi mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan persaudaraan semakin kokoh, sehingga dapat terwujudnya kehidupan yang lebih aman dan damai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ini merupakan upaya untuk lebih menggelorakan semangat gotong royong dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan yang dijadikan sebagai gerakan nasional.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Belitung, saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, serta jajaran pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Belitung Timur yang hadir pada kegiatan ini," jelasnya.
Perpaduan antara kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong masyarakat dan kegiatan Hari Keluarga Nasional merupakan upaya bersama meningkatkan gotong royong dan keswadayaan masyarakat dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan dan kesehatan. Bupati menambahkan, langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu memperkuat integritas sosial kehidupan masyarakat pada setiap komunitas lokal sehingga tercipta keharmonisan kehidupan bersama.
Langkah kedua, jelas Bupati, perlu meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan yang berlandaskan semangat gotong royong dan keswadayaan. Hal ini agar masyarakat merasa memiliki dan bertanggung jawab dalam melaksanakan, memanfaatkan dan melestarikan hasil-hasil pembangunan. Upaya ketiga, meningkatkan pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.
'Diharapkan kegiatan ini mampu menjembatani pelaksanaan program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga PKK dapat mendorong peningkatan partisipasi dalam pelaksanaan program pembangunan, untuk peningkatan kesejahteraan keluarga," harap Bupati.(diskominfo babel)











