Bangka Belitung Harus Swasembada Pangan
diskominfo (Mon, 31 Aug 2009 at 14:00)
Pangkalpinang -- Pengembangan sektor pertanian menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun kabupaten/kota. Ke depan diharapkan 50 persen kebutuhan pangan di Bangka Belitung dapat dipenuhi daerah sendiri atau berhasil dengan program swasembada pangan. Sebab sampai saat ini hanya sekitar 13 persen kebutuhan pangan yang diproduksi daerah.

Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Imam Mardi Nugroho mengatakan, perkembangan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan cukup pesat. Semula di tahun 2005, penduduk di desa ini hanya sekitar 500 jiwa, namun sekarang sudah mencapai 2051 jiwa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan telah menjadi permintaan warga di Desa Fajar Indah ini, salah satunya melakukan pembangunan bendungan untuk sistem perairan persawahan penduduk. Kabupaten Bangka Selatan merupakan kabupaten yang berpotensi untuk pengembangan sektor pertanian, karena kabupaten ini merupakan satu-satunya daerah yang cukup ketahanan pangannya.
"Nanti Bangka Selatan akan menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebab kabupaten ini merupakan penyumbang untuk ketahanan pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," jelas Sekda, saat kegiatan Safari Ramadan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat 28 Agustus 2009.
Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan. Dikatakan Sekda, sangat disayangkan jika Bangka Belitung masih ketergantuan pangan dari daerah lain. Sampai saat ini terdapat sekitar 87 persen kebutuhan pangan di Bangka Belitung masih di suplai dari daerah luar, dan hanya sekitar 13 persennya saja produksi lokal. Dikhawatirkan jika jalur perhubungan tersendat membuat jalur suplai pangan terganggu dan berdampak terhadap ketidakcukupan pangan di Bangka Belitung.
"Jika hal tersebut terjadi, kita semua akan kelaparan. Kalau
gelombang besar, sembako terhambat dan jika kita tidak punya ketahanan pangan sendiri akan membuat repot kita semua. Program yang disampaikan bupati akan kita sampaikan ke Gubernur untuk pengembangan daerah Bangka Selatan. Sehingga ketahanan pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa mencapai 50 persen," harap Sekda.
Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Sekda mengharapkan agar masyarakat dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sehingga Allah SWT akan menambah nikmat tersebut. Kegiatan Safari Ramadan setiap tahun selalu diselenggarakan pemerintah provinsi, dan kesempatan ini dapat dijadikan ajang silaturahmi. "Jadi jika ada usulan masyarakat untuk Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat disampaikan melalui forum ini," jelasnya.
Sebelumnya Bupati Kabupaten Bangka Selatan Justiar Noer menjelaskan, kehidupan di Desa Fajar Indah ini terdiri dari berbagai suku di antaranya ada penduduk yang berasal dari Bali, Sunda, Madura, Jawa dan berbagai suku lainnya. Desa ini masih perlu terus dikembangkan, dan pihak Kabupaten Bangka Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyetujui pelaksanaan program Kota Mandiri di desa ini. Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan program tersebut membangun fasilitas jalan. Sawah di perkampungan ini sekitar 26 ribu hektare, dan saat ini pemerintah daerah sedang mengajukan ke pusat untuk dikembangkan sebagai kawasan agroekonomi terbesar di Bangka Belitung ini.
"Kita harapkan keberadaan desa ini dapat menunjang ketahanan pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jika ketahanan pangan sudah dapat dipenuhi, maka dapat menghindari terjadi kelumpuhan terhadap persoalan pangan," jelas Bupati.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sudah membuatkan tugu selamat datang sebelum memasuki kawasan desa.
Bupati menambahkan, desa ini merupakan daerah basah, sebab terdapat beberapa aliran sungai yang diharapkan dapat menumbuhkan sektor pertanian. Pemerintah telah membuat program untuk kemajuan bersama dan diharapkan program tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Kita mohon bantuan provinsi untuk melakukan pengembangan kabupaten ini, terutama untuk melaksanakan program-program besar," harapnya.
Kepala Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan menjelaskan, persawahan yang ada masih menggunakan sistem perairan tadah hujan. Sehingga jika curah hujan tinggi, banyak sawah di desa ini yang terendam air, dan hal ini mengakibatkan petani mengalami gagal panen. Diharapkan pemerintah provinsi dapat membantu masyarakat membuatkan bendungan. "Dengan adanya bendungan itu, selain dapat menjadi sarana irigasi, juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk berekreasi," jelasnya.(diskominfo babel)










