Anggota Dewan Sampaikan Hasil Reses
diskominfo babel (Wed, 30 Dec 2009 at 15:03)
Pangkalpinang - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (30/12/2009) menggelar Rapat Paripurna tentang Penyampaian Hasil Reses II masa sidang III tahun 2009. Saat rapat berlangsung, sejumlah anggota dewan menyampaikan aspirasi masyarakat yang berhasil diserap di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.
Djunaidi H Thalib, juru bicara Anggota DPRD provinsi Dapil I (Pangkalpinang) menjelaskan, terdapat beberapa aspirasi yang disampaikan masyarakat saat anggota dewan turun ke lapangan. Terutama mengenai perumahan, sebab masyarakat yang belum mempunyai rumah yang layak mengharapkan bantuan pemerintah agar dapat membangun rumah tersebut menjadi rumah layak huni.
"Diharapkan dengan program pembangunan rumah layak huni, kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal terpenuhi," ujarnya, di ruang paripurna DPRD provinsi, Rabu 30 Desember 2009.
Sementara juru bicara anggota DPRD provinsi Dapil II (Kabupaten Bangka), Irwan Mustafa mengatakan, ada masyarakat yang menanyakan mengenai penyaluran dana ADB, sebab warga menilai alokasi dana tersebut tak berimbang. Selain itu di beberapa daerah di Kabupaten Bangka, masih banyak fasilitas jalan yang rusak. Pemerintah diharapkan segera melakukan perbaikan terhadap sejumlah jalan yang rusak itu.
"Tak hanya itu, sebab ada juga masyarakat yang menanyakan mengenai pembagian bibit sawit. Sekarang ini masyarakat menilai sudah terjadi penurunan pembagian jumlah bibit itu. Mengenai pembagian pupuk subsidi, sampai saat ini juga belum memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Irwan.
Syahmin Alrasyid juru bicara Anggota DPRD provinsi Dapil III (Bangka Tengah) menjelaskan, untuk pembangunan rumah layak huni di Kabupaten Bangka, terdapat dana bantuan dari pemerintah provinsi. Di Bangka Tengah, dari sekitar 500 unit rumah layak huni yang akan dibangun, sekitar 60 persen biayanya merupakan bantuan dari pemerintah provinsi. Sementara sisanya merupakan alokasi dana APBD Kabupaten Bangka Tengah.
"Pihak kabupaten sangat mengharapkan dana bantuan dari pemerintah provinsi untuk melaksanakan program pembangunan rumah layak huni tersebut," tegasnya.
Hal senada dikatakan Anggota DPRD provinsi Dapil IV (Kabupaten Bangka Barat), Rina Tarol mewakili rekan-rekannya. Disampaikannya, berdasarkan aspirasi masyarakat, agar pemerintah melakukan perbaikan di beberapa ruas jalan, karena sudah banyak jalan provinsi yang sudah rusak. Untuk menunjang perekonomian masyarakat di Bangka Barat, hendaknya pemerintah dapat mengelola asset yang ada secara baik.
"Pendistribusian pupuk subsidi juga menjadi masalah di kabupaten ini. Diharapkan ke depan, pemerintah dapat melakukan pengelolaan pendistribusian pupuk tersebut dengan lebih baik lagi, sehingga dapat langsung diterima masyarakat yang membutuhkan," paparnya.
Banyak lagi aspirasi yang berhasil diserap anggota dewan. Menurut juru bicara Anggota DPRD provinsi Dapil V, Syamsuhardi Syamsudin, masyarakat di daerah Bangka Selatan masih banyak yang mempertanyakan penyediaan fasilitas listrik. Sebab di beberapa pemukiman penduduk yang jauh dari desa, sama sekali belum terjangkau pelayanan listrik.
"Masyarakat sangat mengharapkan pemerintah dapat membantu pengadaan pembangkit listrik tenaga surya. Jika program tersebut ada, baik yang menggunakan dana APBD provinsi maupun anggaran pemerintah pusat, hendaknya lebih banyak diberikan kepada masyarakat daerah Bangka Selatan," sarannya.
Selain itu, jelasnya, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat Bangka Selatan, akan lebih baik Pelabuhan Sadai kembali melayani rute perjalanan Sadai-Jakarta. Sebab sudah sekitar satu tahun belakangan ini tak ada lagi rute pelayaran Sadai-Jakarta.
Sedangkan Sudirman, juru bicara Anggota DPRD provinsi Dapil VI (Kabupaten Belitung dan Belitung Timur) menjelaskan, saat ini pembangunan pelabuhan ASDP di Manggar terkendala persoalan lahan. Sebab lahan yang akan digunakan untuk membangun fasilitas tersebut dipermasalahkan oleh salah seorang pengusaha di Belitung. Diharapkan pemerintah provinsi dapat membantu menyelesaikan permasalahan lahan tersebut.
"Masyarakat juga mengeluhkan mengenai keamanan laut. Karena sekarang ini, sudah banyak nelayan asing yang masuk ke perairan Pulau Belitung," katanya.(adits/hzr)

