819 Atlet Berlaga di Ajang O2SN
Diskominfo (Fri, 29 May 2009 at 9:50)
Pangkalpinang – Sedikitnya 14 cabang olahraga atlektik perseorangan maupun beregu diperlombakan dalam ajang Olimpiade Olaharaga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Terdapat sekitar 1.057 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari atlet, ofisial dan juri perwakilan 7 kabupaten/kota. Pelaksanaan kegiatan ini dipusatkan pada dua tempat yaitu, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.
Pada ajang O2SN tahun ini, tingkat Sekolah Dasar (SD) mengirimkan 308 atlet, SMP 357 atlet, dan tingkat SMA/sederajat mengikutsertakan 154 atlet. Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari ini, (terhitung 28 Mei sampai 31 Mei 2009) secara langsung dibuka Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imam Mardi Nugroho, Kamis (28/9) di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan ditandai pemukulan gong.
Disampaikan Sekda saat membacakan sambutan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, olahraga sangat penting bagi kesehatan serta kebugaran dan diyakini salah satu sarana pembentukan karakter. Melalui olahraga dapat dikembangkan bukan hanya kecakapan ragawi, tetapi juga kecakapan emosional dan intelektual.
“Kita telah lama mengenal, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Sejak beberapa abad lalu, secara historis olahraga memegang peranan yang sangat penting bagi sebuah komunitas atau masyarakat untuk tetap eksis,” jelasnya di hadapan peserta upacara pembukaan O2SN, Kamis (28/5).
Olahraga dapat membuat dan membentuk karakter positif seperti tanggung jawab, tangguh, ulet, kooperatif, disiplin dan menghargai sebuah kesuksesan. Sekda menambahkan, olahraga dapat membuat seseorang menghargai dan menerima keunggulan orang lain. Oleh karena itu, pengenalan olahraga sedini mungkin melalui program yang proporsional diharapkan dapat memberikan hasil yang baik serta terarah.
Melalui kegiatan olahraga, jelas Sekda, dapat membentuk kepribadian siswa, jiwa kesatria dan menjunjung tinggi semangat dan nilai sportivitas, kejujuran dan apresiasi yang tinggi terhadap nilai sebuah ketekunan dan kerja keras dalam mencapai sesuatu dengan cara positif. Pengembangan dan pembinaan olahraga perlu dilakukan dengan langkah-langkah konseptual, terencana dan terarah.
“Olimpiade olahraga siswa nasional yang kita laksanakan merupakan salah satu pembinaan olahraga yang bermutu. Penyelenggaraannya mematuhi kaidah-kaidah pendidikan sangat berhaga bagi peserta didik secara menyeluruh. Harapan kita melalui pekan olahraga seperti ini tidak hanya mampu mengembangkan aspek keterampilan dan kebugaran jasmani, tetapi berdampak terhadap pengembangan aspek kecakapan intelektual, emosional, spiritual dan sifat lain yang dapat membentuk seseorang berprilaku positif,” kata Sekda.
Kegiatan ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Sekda menjelaskan, dalam beberapa hari ini sejumlah atlet akan berlomba untuk dapat lolos di tingkat provinsi. Bagi yang lolos dapat menjadi wakil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam ajang seleksi tingkat nasional bulan Juni nanti di Jakarta. Dan jika lolos di tingkat nasional, selanjutnya akan dibina untuk mewakili Indonesia pada kejuaraan tingkat internasional.
“Manfaatkanlah ajang seperti ini semaksimal mungkin. Sebab selain dapat membentuk karakter positif, juga sangat baik bagi negeri Serumpun Sebalai. Bila mampu berprestasi di tingkat nasional dan mendapat kesempatan untuk ikut event internasional, kalian (atlet) dapat menjadi duta pariwisata dan ikut mensukseskan program Visit Babel Archipelago 2010,” tegasnya.
Sekda menyarankan, kemenangan jangan dijadikan sebagai tujuan akhir. Sebab jika hal tersebut sudah dilakukan, maka segala macam cara dilakukan. Ini berdampak terhadap hilangnya sikap sportivitas dalam mengikuti perlombaan. Jangan kerja keras yang selama ini dirusak oleh tujuan sesaat.
“Para guru, pelatih dan pembina olahraga mari menjadikan kegiatan O2SN sebagai sarana motivasi bagi pelajar untuk membina bakat dan keterampilan,” kata Sekda.(diskominfo babel)











