PT LAPI ITB Tawarkan Solusi Atasi Krisis Listrik
diskominfo (Tue, 9 Feb 2010 at 15:12)
Pangkalpinang - PT LAPI ITB melakukan pemaparan mengenai upaya mengatasi persoalan listrik di Bangka Belitung, Selasa 9 Februari 2010. Salah satu solusi yang ditawarkan perusahaan tersebut yakni dengan melakukan penengembangan pembangkit listrik biogas dengan menggunakan sampah tandan sawit sebagai bahan baku.

Mukmin Amopawiro salah seorang pakar PT LAPI ITB mengatakan, sampah tandan sawit dapat digunakan sebagai bahan pembangkit listrik. Untuk menghasilkan gas, sampah tandan sawit tersebut dipermentasi. Selain menghasilkan gas, sisa tanda sawit dapat digunakan sebagai pupuk untuk penyubur tanaman.
"Jadi setelah sampah tandan sawit tersebut digunakan untuk bahan pembangkit listrik, limbahnya dapat kembali dimanfaatkan. Untuk jumlah sampah tandan sawit sebanyak 100 ton dapat menghasilkan sekitar 2 megawatt," jelasnya, di ruang pertemuan lantai II Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa 9 Februari 2010.
Pertemuan ini dibuka Bayo Dandari, Asisten II Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tampak hadir, sejumlah kepala dinas, badan, biro terkait di lingkungan provinsi dan kabupaten/kota.
Menurut Mukmin, PT LAPI ITB didukung pakar-pakar dari berbagai disiplin ilmu dalam melakukan pengembangan bisnis. Pembangkit listrik biogas merupakan salah satu alternatif mengatasi krisis listrik. Sebab di Bangka Belitung tidak terdapat aliran sungai yang cukup besar untuk digunakan sebagai penggerak turbin pembangkit listrik tenaga air run ofriver.
Sebelumnya, saat menyampaikan sambutan Asisten menjelaskan, sangat mendukung kegiatan ini. Diharapkan dengan kehadiran PT LAPI ITB tersebut dapat memberi solusi menangani masalah kelistrikan. Sebab di Bangka Belitung, masih banyak desa yang sama sekali belum tersentuh pelayanan energi listrik.
Pada kesempatan sama, Noor Nedi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, sampai saat ini masih terdapat sekitar 44 desa di provinsi ini yang belum dapat menikmati pelayanan listrik. Namun untuk mengatasi persoalan tersebut, saat ini sedang dilakukan pembangunan PLTU berkapasitas 2x30 megawatt di Kelurahan Airanyer, Kecamatan Batu Rusa, Kebupaten Bangka.
"Selain itu, PLTU juga dibangun di Pulau Belitung. Diperkirakan tahun ini pembangkit tersebut mulai beroperasi dan diharapkan dapat mengatasi krisis listrik di Bangka Belitung," jelasnya.(adit/hzr)

