Gubernur Paparkan Potensi Alam Bangka Belitung

Diskominfo Babel (Mon, 16 Nov 2009 at 15:32)

Pangkalpinang - Sedikitnya terdapat tiga potensi alam yang dijadikan andalan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Potensi tersebut di antaranya, pasir kuarsa, lada putih dan timah putih. Sejumlah potensi ini telah menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bangka Belitung di masa lalu.

Demikian dikatakan, Eko Maulana Ali Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat menyambut kedatangan peserta Diklat Terpadu Kepemimpinan Tingkat II SESPARLU Departemen Luar Negeri, di Ruang Pertemuan Lantai III, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin 16 November 2009.

Lebih jauh Gubernur menjelaskan, ekploitasi pasir timah di Bangka Belitung telah dilakukan sejak 3 abad lalu, namun pemanfaatannya oleh Belanda. Memasuki tahun 1992, masyarakat mulai melakukan penambangan timah. Dari sektor tambang timah ini perekonomian masyarakat semakin membaik.

Dengan potensi yang ada di Bangka Belitung, masyarakat ingin membentuk provinsi sendiri dengan memisahkan dari Provinsi Sumatera Selatan. Dikatakan Gubernur, untuk memperjuangkan Bangka Belitung menjadi provinsi telah dilakukan tiga generasi yang dimulai tahun 1957, lalu dilakukan kembali tahun 1972. Keberhasilan membentuk provinsi ini baru dapat diwujudkan di tahun 2000 dengan adanya dukungan dari DPR RI.

"Tanggal 21 November 2009 ini merupakan hari jadi ke 9 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dulunya Bangka Belitung terbagi menjadi 3 kabupaten di antaranya, Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Lalu setelah menjadi provinsi, tepatnya tahun 2003 terdapat 7 kabupaten/kota di Bangka Belitung terdiri dari Kabupatan Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang," jelasnya, Senin 16 November 2009.

Ketika Bangka Belitung masih terdiri dari tiga kabupaten, jumlah penduduknya kurang dari 1 juta jiwa. Dijelaskan Gubernur, saat itu jumlah penduduk Kabupaten Bangka kurang lebih 400.000 jiwa, Kabupaten Belitung sekitar 250.000 jiwa dan Kota Pangkalpinang terdapat sekitar 100.000 jiwa. Namun setelah Bangka Belitung menjadi provinsi jumlah penduduk meningkat pesat. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk di Bangka Belitung sekarang ini telah mencapai angka 1,2 juta jiwa.

"Penambahan jumlah penduduk ini bukan dikarenakan tingginya angka kelahiran, namun lebih disebabkan adanya migrasi ke Bangka Belitung," jelasnya.

Setelah menjadi provinsi, pertumbuhan PDRB di Bangka Belitung mengandalkan tiga sektor di antaranya, sektor perdagangan, pertambangan, sektor pertanian dan perkebunan. Dikatakan Gubernur, sekarang ini sedang mencoba membangun sektor pariwisata, industri dan kelautan. Potensi sektor pariwisata di Bangka Belitung cukup baik, dan untuk pengembangan sektor ini tinggal melakukan pengembangan saja.

Untuk sektor kelautan, menurut Gubernur, cukup banyak hasil laut yang dapat dimanfaatkan seperti ikan. Hasil tangkapan ikan di laut Kepulauan Bangka Belitung sudah banyak dijual ke negara tetangga di antaranya Singapura dan Malaysia. Sementara untuk pengembangan sektor industri masih terkendala krisis listrik.

"Memang krisis listrik bukan hanya terjadi di Bangka Belitung, sebab sudah menjadi persoalan di Indonesia. Namun jika tidak ada ketersediaan listrik, sektor industri akan sulit berkembang," kata Gubernur.(adit/hzr)

 

Visit Bangka Belitung Archipelago 2010Kota PangkalpinangKabupaten BangkaKabupaten BelitungBangka BaratKabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka SelatanKabupaten Belitung Timur